BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh hanya sebatas kata-kata atau slogan semata, melainkan harus diwujudkan dengan tindakan nyata dan terkoordinasi.
Pernyataan ini disampaikannya, mengingat ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang masih mengkhawatirkan bagi generasi muda di kota ini, yang berpotensi merusak masa depan bangsa jika tidak ditangani secara tegas.
Jati Asmoro mengemukakan bahwa upaya memerangi narkoba perlu melibatkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum saja. Menurutnya, peran keluarga sebagai benteng pertama dalam mengawasi anak-anak dan remaja tidak bisa diabaikan, begitu juga peran sekolah dalam memberikan edukasi tentang bahaya narkoba sejak dini.
"Kalau hanya aparat yang bekerja sendirian, tantangan ini akan sulit diatasi. Kita butuh dukungan informasi dan partisipasi aktif dari masyarakat," tegasnya, Sabtu, 24 Januari 2026.
Legislator ini juga menyoroti pentingnya langkah-langkah preventif dan represif yang seimbang. Selain penindakan terhadap pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba, perlu ada program rehabilitasi yang komprehensif bagi para penyalahguna agar mereka bisa kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Selain itu, penyediaan alternatif aktivitas positif bagi anak muda, seperti pembangunan fasilitas olahraga dan kreatif, juga menjadi bagian penting dalam mencegah mereka terjerumus ke dalam dunia narkoba.
Jati Asmoro mengakui bahwa pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Palangka Raya telah melakukan berbagai upaya dalam menangkap pelaku kejahatan narkotika. Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut perlu didukung dengan penguatan regulasi dan peningkatan sumber daya agar penindakan bisa lebih maksimal. Ia juga mendukung wacana penerapan sanksi tambahan, seperti sanksi sosial atau adat, sebagai bentuk efek jera bagi pelaku.
Sebagai wakil rakyat, Jati Asmoro berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah kota terkait penanggulangan narkoba. Ia akan mendorong penyusunan program kerja yang terarah dan alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung berbagai kegiatan pencegahan, edukasi, dan penindakan narkoba. Selain itu, ia juga akan aktif melakukan kunjungan lapangan ke berbagai wilayah untuk memantau kondisi langsung dan mendengar aspirasi masyarakat terkait permasalahan ini.
Jati Asmoro mengimbau seluruh masyarakat Palangka Raya untuk bersama-sama bergandeng tangan dalam memerangi narkoba. Ia menyampaikan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba, baik dengan cara tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan, maupun dengan cara melaporkan setiap informasi yang terkait dengan aktivitas narkoba kepada pihak berwenang.
"Hanya dengan tindakan nyata dan kolaborasi yang kuat, kita bisa benar-benar mengusir narkoba dari kota kita dan melindungi generasi penerus," pungkasnya. (MARINI/H)









