BORNEONEWS, Sampit - Harga cabai di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkat tajam dibanding beberapa hari sebelumnya.  Kenaikan harga mencapai Rp40.000 per kilogram karenakan pasokan cabai dari petani di daerah ini sangat minim. 

"Iya, harganya sangat tinggi, bahkan mencapai Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram," ujar Imah, penjual cabai serta sayuran di PPM Sampit, Senin (12/12/2016). 

Sebelumnya harga cabai hanya Rp30.000 hingga Rp40.000 saja.  Kenaikan harga cabai itu karena tidak banyak petani yang bisa melakukan panen. Ini terjadi akibat banyak tanaman mereka yang mati saat musim penghujan di daerah ini. 

"Iya sudah dari petaninya menaikkan harga, katanya panen tidak bisa dilakukan seperti hari biasanya," lanjut Imah. 

Meski mengalami kenaikan harga cukup tinggi, namun para pedagang tetap berusaha mendapatkan cabai tersebut. Ini agar kebutuhan masyarakat tetap bisa diakomodir. Apalagi seperti saat ini memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad, tentu banyak masyarakat yang membutuhkan cabai. 

"Inikan bulan Maulid Nabi Muhammad, jadi banyak warga yang mengadakan acara sehingga cabai cukup diperlukan," ungkap Imah. 

Sementara dari pantauan Borneonews, beberapa pedagang mengatakan, kenaikan harga cabai ini juga tidak lepas karena saat ini memasuki bulan Maulid dan juga menjelang Natal setta Tahun Baru. 

"Sudah hampir setiap tahun jelang Natal dan Tahun Baru harga cabai mengalami kenaikan," kata Sastro, pedagang sayuran lainnya. 

Selain cabai, tomat, bayam, dan sawi juga mengalami kenaikan harga. Tidak menutup kemungkinan bahan pokok lainnya juga bakal mengalami kenaikan harga. (M HAMIM/m)