SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mencatatkan capaian positif dengan nol kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025.

Keberhasilan ini diraih berkat kekompakan seluruh unsur desa, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, hingga Manggala Agni Pendamping Desa (MAPD).

"Warga di Bangkuang Makmur sudah cukup disiplin dalam pengendalian api. Selain itu, wilayah desa memiliki banyak ketukan atau sumber air yang sangat membantu upaya pencegahan. Kami juga rutin melakukan sosialisasi karhutla," ujar Manggala Agni Pendamping Desa Bangkuang Makmur, Supiansyah, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menjelaskan, sinergi antar pihak menjadi faktor utama dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. MAPD menjalankan peran sesuai tugas pokok dan fungsinya dengan menitikberatkan pada langkah preventif sekaligus membangun kesadaran masyarakat di wilayah binaan.

Selain itu, MAPD Desa Bangkuang Makmur juga menjalin kolaborasi dengan JICA Project yang berfokus pada isu lingkungan. Kerja sama ini memberikan dukungan pengetahuan dan metode yang lebih modern, salah satunya dalam penyusunan kalender musim.

"Melalui kalender musim, kami bisa membaca siklus potensi kebakaran dengan metode Participatory Learning and Action (PLA). Dengan begitu, pencegahan bisa direncanakan lebih matang," tambahnya.

Sementara itu, MAPD Bangkuang Makmur lainnya Mahlan menegaskan, pencegahan merupakan kunci utama dalam pengendalian karhutla. Menurutnya, upaya pemadaman sering kali terlambat jika api sudah membesar, sehingga langkah antisipasi harus dilakukan sejak awal dan berbasis data.

"Pencegahan itu jauh lebih efektif. Tidak hanya sosialisasi, tapi juga pendataan menyeluruh," katanya.

Pendataan tersebut meliputi sejarah kebakaran desa, pemetaan wilayah rawan karhutla, identifikasi sumber air terdekat, pengujian kedalaman dan kelembaban gambut, serta jenis vegetasi. Data ini kemudian digunakan untuk menyusun kalender musim dan memahami pola kebakaran berdasarkan pengalaman sebelumnya.

"Hasilnya nyata. Sepanjang 2025, Desa Bangkuang Makmur tidak mengalami karhutla. Ini bukti bahwa pencegahan berjalan efektif," ungkap Mahlan.

Selain itu, MAPD bersama masyarakat juga aktif melakukan penentuan kalender musim, penggalian data transek di area rawan kebakaran, serta penerapan metode PLA yang terus berkelanjutan hingga saat ini.

Di tengah capaian tersebut, Mahlan berharap pada 2026 tidak terjadi kebakaran lahan, baik di Desa Bangkuang Makmur maupun wilayah Kotim secara umum. Ia menilai upaya pencegahan yang sudah berjalan perlu terus diperkuat.

"Kami berharap tahun 2026 tidak ada lagi karhutla, khususnya di Bangkuang Makmur dan secara umum di Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)