BORNEONEWS, Banjarmasin - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Selatan dan Tengah (DJKN Kalselteng) membukukan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp31,95 miliar pada 2025 atau melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp31,62 miliar.
Kepala Kanwil DJKN Kalselteng Tetik Fajar Ruwandari di Banjarmasin, Sabtu, 24 Januaria 2026 mengatakan, realisasi ini mencerminkan pengelolaan kekayaan negara di Kalsel berjalan optimal meskipun terdapat penurunan secara tahunan pada beberapa jenis PNBP.
“Secara tahunan realisasi PNBP 2025 mengalami penurunan 6,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi antara lain pada PNBP Badan Layanan Umum, PNBP lelang, dan PNBP Penilaian Negara,” ujar dia.
Tetik merinci PNBP dari pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) tercatat sebesar Rp19,88 miliar atau turun 1,91 persen secara tahunan. Sedangkan PNBP dari kegiatan lelang mencapai Rp12,04 miliar atau turun 18,35 persen dibandingkan 2024.
“PNBP dari Penilaian Negara tercatat sebesar Rp28,18 juta dengan penurunan 62,18 persen secara year on year,” tuturnya.
Selain kinerja penerimaan, DJKN Kalselteng juga mencatat nilai BMN di Kalsel mencapai Rp66,16 triliun yang tersebar pada 622 satuan kerja. Sepanjang 2025, nilai pokok lelang di wilayah tersebut tercatat sebesar Rp833,74 miliar, sementara penerimaan dari piutang negara mencapai Rp2,58 miliar.
Di bidang penilaian, DJKN Kalselteng melaksanakan 241 kegiatan penilaian dengan nilai wajar hasil penilaian mencapai Rp58,81 miliar.
Tetik menyebutkan wilayah kerja Kanwil DJKN Kalselteng di Provinsi Kalsel meliputi dua kota dan 11 kabupaten, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, serta Kabupaten Banjar, Balangan, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Tapin.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan daerah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara serta menjaga kontribusi PNBP secara berkelanjutan,” ujar Tetik.
ANTARA









