PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kegiatan Gemilang LiterAction Workshop Journaling bertema “Menata Masa Depan dengan Journaling” sukses diselenggarakan di Aula Sultan Alidin Sokma Alamsyah XV, Universitas Antakusuma, Pangkalan Bun, Sabtu, 24 Januari 2026.

Kegiatan ini menyasar pelajar SMA/MA/SMK sederajat sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi dan refleksi diri di kalangan generasi muda.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi dari Komunitas Insan Kreatif Gemilang Volunteer bersama HMJA Universitas Antakusuma. 

Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada journaling sebagai metode literasi yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga membangun kesadaran diri dan perencanaan masa depan.

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah yang diwakilkan oleh Kepala Bidang SD Disdikbud Kobar, Dien Fahriandy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia menekankan, bahwa literasi merupakan kemampuan penting dalam memahami, mengolah, dan merefleksikan informasi di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

"Journaling melatih anak-anak untuk berpikir jujur pada diri sendiri, berani menuangkan gagasan, dan terbiasa merefleksikan proses belajar mereka. Ini adalah fondasi penting dalam membangun karakter peserta didik,” ujarnya.

Menurutnya, menulis jurnal atau journaling menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna untuk melatih pola pikir yang kritis, terstruktur, dan reflektif.

Kebiasaan menulis ini diharapkan dapat membantu generasi muda dalam mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih terarah.

Ia juga menambahkan, bahwa kegiatan literasi seperti ini sangat relevan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Budaya menulis perlu ditanamkan secara berjenjang dan berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui kegiatan kolaboratif seperti workshop literasi. 

Selain aspek literasi, journaling dinilai memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan mental peserta didik. Menulis dapat menjadi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan, mengelola emosi, serta membantu pelajar memahami diri mereka di tengah tekanan akademik dan sosial.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan sesi praktik menulis jurnal yang disampaikan secara interaktif oleh para narasumber. Diskusi aktif antara peserta dan pemateri menciptakan suasana belajar yang inspiratif dan partisipatif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang cerdas, reflektif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(NURITA/R)