PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat pengawasan digital harian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memastikan kualitas gizi, ketepatan distribusi makanan, serta keamanan pangan bagi peserta didik di seluruh wilayah penerima program.

Pengawasan berbasis digital ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat, sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, mengatakan pemantauan MBG dilakukan setiap hari melalui aplikasi Pena Kalteng, yang memungkinkan pemerintah daerah memantau pelaksanaan program secara real time di masing-masing sekolah.

“Melalui sistem digital ini, sekolah melaporkan menu makanan, waktu kedatangan, hingga waktu penyajian. Semua tercatat dan bisa dipantau setiap hari,” ujar Reza di Palangka Raya sebagaimana rilis diterima pada Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pengawasan digital menjadi instrumen utama dalam menjaga mutu pelaksanaan MBG, mulai dari kesesuaian menu dengan standar gizi, ketepatan waktu distribusi, hingga aspek keamanan pangan.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola program, Pemerintah Provinsi Kalteng juga telah melaksanakan rapat evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Evaluasi tersebut bertujuan memastikan seluruh mekanisme pelaksanaan MBG berjalan sesuai regulasi dan kebijakan nasional.

Dalam struktur pelaksanaan, Dinas Pendidikan Kalteng tergabung dalam Satuan Tugas MBG dan dipercaya mengemban peran sebagai Wakil Ketua II. Posisi ini memperkuat fungsi pengawasan dan koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan program.

Reza menambahkan, pengawasan digital selaras dengan arahan BGN yang menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan MBG, terutama untuk menjamin kualitas gizi dan keselamatan konsumsi peserta didik.

Dukungan pemerintah daerah terhadap program ini juga ditunjukkan melalui keterlibatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam berbagai kunjungan Gubernur Kalimantan Tengah ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

“Kehadiran Forkopimda menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan Program MBG berjalan lancar dan tepat sasaran, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis,” katanya.

Dari sisi penerima manfaat, respons peserta didik terhadap Program MBG dinilai sangat positif. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi harian, program ini juga berdampak pada penghematan pengeluaran keluarga.

“Anak-anak menyampaikan uang jajan mereka bisa lebih hemat. Ini menjadi indikator bahwa manfaat program dirasakan langsung,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Badan Gizi Nasional Dadang Hendrayuda menyampaikan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Program ini menimbulkan efek berganda, mulai dari pemberdayaan UMKM, petani, peternak, sektor katering dan logistik, hingga penciptaan lapangan kerja serta penguatan sistem pangan lokal,” ujarnya.