PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – PT Pelni Cabang Kumai, Kotawaringin Barat memperkuat layanan dengan memfasilitasi proses klaim asuransi penumpang kepada PT Jasa Raharja Putera. Upaya ini dilakukan setelah salah satu penumpang kapal KM Lawit, Paidi, meninggal dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Panglima Utar Kumai pada 1 Januari 2026.

Kepala Pelni Cabang Kumai, Suwadi, mengatakan bahwa klaim asuransi atas nama almarhum Paidi dapat diproses hingga selesai berkat kelengkapan dokumen dan koordinasi yang baik antar pihak terkait.

“Dengan kelengkapan dokumen dan koordinasi yang baik, klaim asuransi atas nama almarhum Paidi berhasil diproses hingga tuntas,” ujar Suwadi di Pangkalan Bun dalam rilis diterima pada Minggu, 25 Januari 2026.

Santunan asuransi sebesar Rp72.500.000 telah diserahkan kepada ahli waris almarhum, yaitu Bapak Purwanto. Menurut Suwadi, hal ini menunjukkan bentuk perlindungan dan kepedulian terhadap keselamatan serta kenyamanan penumpang transportasi laut.

“Alhamdulillah, klaim asuransi dari PT Jasa Raharja Putera dengan nilai santunan sebesar Rp72.500.000 telah diserahkan kepada ahli waris almarhum, Bapak Purwanto,” jelasnya.

Suwadi menjelaskan proses pencairan berjalan lancar berkat kerja sama keluarga, manajemen kapal, Pelni, dan Jasa Raharja Putera. Selain memfasilitasi klaim, Pelni juga memberikan dukungan mulai dari penanganan awal, proses evakuasi, pengurusan visum, hingga koordinasi dengan instansi terkait serta pendampingan intensif kepada keluarga.

Seluruh rangkaian pelayanan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada penumpang.

“Setelah mendapatkan laporan, kami segera mengambil langkah cepat dan terkoordinasi untuk memastikan penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku setibanya kapal di Pelabuhan Kumai,” kata Suwadi.

Suwadi menambahkan bahwa peristiwa tersebut mengingatkan pentingnya kepatuhan data penumpang serta keberadaan sistem asuransi sebagai bentuk perlindungan. Ia menegaskan peran Pelni dalam memastikan hak penumpang tetap terpenuhi hingga akhir perjalanan, termasuk dalam situasi darurat.

“Layanan seperti ini yang akan terus kami tingkatkan sehingga penumpang benar-benar merasa aman dan nyaman,” ujarnya.