BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 61 Taekwondoin dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hitam (POOM/DAN) Kukkiwon yang digelar Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kalteng di Palangka Raya, 24–25 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi tolok ukur perkembangan kualitas atlet taekwondo di Bumi Tambun Bungai.
Para peserta berasal dari tujuh kabupaten dan satu kota, yakni Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Kapuas, Murung Raya, serta Palangka Raya sebagai tuan rumah. Keikutsertaan lintas daerah tersebut mencerminkan meningkatnya minat sekaligus keseriusan pembinaan taekwondo di tingkat kabupaten/kota.
Peserta UKT terbagi dalam beberapa tingkatan, mulai dari Geup 1 yang menargetkan DAN 1 hingga peserta senior yang menempuh DAN 4. Khusus untuk jenjang DAN 4 ke atas, peserta diwajibkan menyusun karya tulis atau esai minimal 10 halaman sebagai bentuk uji intelektual dan kedewasaan berpikir dalam dunia taekwondo.
Ketua Pengprov TI Kalteng, Dedy Indarto, menilai UKT ini bukan hanya ajang formalitas kenaikan sabuk, tetapi bagian dari proses panjang pembentukan karakter atlet.
“Sabuk hitam itu bukan garis akhir, justru awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai panutan,” kata Dedy.
Ia juga mendorong para pemegang sabuk hitam agar turut berkontribusi dalam pengembangan taekwondo di daerah masing-masing.
“Saya ingin para Taekwondoin membuka dojang baru dan membagikan ilmunya. Bahkan saya siapkan stimulus Rp1 juta bagi yang membuka dojang setelah lulus DAN 4,” tegas Dedy.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua VI Bidang Prestasi KONI Kalteng Rasad Samuel, Tomo Sibarani, serta perwakilan Dispora Kalteng, Hebron. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya sinergi dalam mendorong pemerataan prestasi taekwondo di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









