PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pulau Salat di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah terus diperkuat sebagai kawasan strategis konservasi orangutan. Program pelestarian ini merupakan bagian dari kemitraan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF.

"Inisiatif ini bertujuan menjaga keanekaragaman hayati, melindungi satwa yang terancam punah, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem Pulau Salat yang menjadi habitat alami orangutan," kata Direktur Sustainability PT SSMS, Henky Satrio pada Minggu, 25 Januari 2026.

Pulau Salat dinilai memiliki nilai ekologis tinggi karena menjadi koridor pergerakan satwa liar di wilayah pesisir Sungai Seruyan.

Program ini juga melibatkan BUMDes Berkah Mulya Jaya yang berkontribusi melalui dukungan pendanaan pengelolaan lingkungan dari dana insentif RSPO.

Henky Satrio mengatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan tata kelola berkelanjutan yang inklusif.

“Pendampingan terhadap pekebun swadaya bertujuan memastikan prinsip keberlanjutan dijalankan secara konsisten,” jelas Henky lagi.

Ia menambahkan, peningkatan penjualan Book and Claim serta alokasi dana konservasi orangutan menunjukkan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG dapat dimulai dari desa.

"Pulau Salat kini menjadi contoh konkret bahwa kemitraan multipihak mampu memberi dampak nyata bagi lingkungan," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)