SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kabupaten tersebut menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja di Kotim pada Agustus 2025 mencapai 64,06 persen. 

“Artinya, dari setiap 100 penduduk usia 15 tahun ke atas, tersedia sekitar 64 hingga 65 orang yang dapat bekerja,” ujarnya, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menyebut jumlah angkatan kerja pada Agustus 2025 mencapai 221.776 orang, yang terdiri dari 211.662 penduduk yang bekerja dan 10.114 yang menganggur atau tidak bekerja.

Data historis BPS menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja di Kotim selama periode 2021 sampai 2025 mengalami fluktuasi.

Pada tahun 2021, TPAK tercatat sebesar 66,57 persen, menurun menjadi 61,47 persen pada 2022, lalu meningkat kembali berturut-turut menjadi 63,03 persen pada 2023, kemudian 64,01 persen di tahun 2024 dan mencapai 64,06 persen pada 2025. 

“Data ini menunjukkan adanya tren pemulihan partisipasi angkatan kerja setelah sempat menurun,” jelas Eddy.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kotim pada awal periode tersebut tercatat sebanyak 5,15 persen pada 2021, kemudian menurun secara bertahap menjadi 5 persen di tahun 2022, kemudian  4,77 persen di 2023, serta 4,63 persen di 2024 dan 4,56 persen pada tahun 2025.

“Penurunan TPT sebesar 4,56 persen pada 2025 ini menggambarkan pengurangan jumlah pengangguran. Hal ini disebabkan oleh membaiknya kondisi perekonomian yang mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja di Kotim,” ungkap Eddy Surahman.

Menurut Eddy, tren positif ini menjadi indikator bahwa perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur mulai pulih dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Meskipun angka pengangguran masih ada, penurunan yang konsisten ini harus dipertahankan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas lapangan kerja,” pungkas Eddy. (DEVIANA/y)