BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Cuaca panas dan minim hujan yang dirasakan masyarakat di wilayah Palangka Raya hingga Kuala Kapuas dalam sepekan terakhir mendapat penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya. Kondisi tersebut terjadi meski Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam periode musim penghujan.
Prakirawan BMKG Palangka Raya, Lian Adriani, menjelaskan bahwa berkurangnya intensitas hujan dipengaruhi oleh adanya gangguan atmosfer berskala regional. Salah satunya adalah keberadaan bibit siklon yang terpantau berada di sekitar perairan sebelah utara Australia.
“Bibit siklon tersebut menyebabkan pergerakan massa udara lebih dominan mengarah ke sistem siklon, sehingga pasokan uap air ke wilayah Kalimantan Tengah menjadi berkurang,” ujar Lian Adriani, Minggu, 25 Januari 2026.
Selain itu, kondisi kelembapan udara di wilayah Kalimantan Tengah juga terpantau relatif kering atau cenderung menurun. Hal ini menghambat proses pembentukan awan hujan dan menyebabkan cuaca lebih sering cerah, sehingga pancaran sinar matahari ke permukaan bumi menjadi lebih optimal.
Meski demikian, Lian menegaskan bahwa potensi hujan tetap ada, khususnya hujan lokal dengan durasi singkat. Hujan tersebut dapat disertai fenomena cuaca ekstrem seperti petir atau kilat serta angin kencang.
BMKG memprediksi dalam beberapa hari ke depan potensi hujan akan mulai meningkat. Pada tanggal 26 Januari 2026, sebagian wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Sementara pada tanggal 27 hingga 28 Januari, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat,” jelas Lian.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan memantau informasi resmi cuaca guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan. (SABRIANOOR/y)









