BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Petani di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) didorong untuk terus berinovasi mengembangkan dan memanfaatkan produk pangan lokal.
Pengembangan ini tidak hanya demi mewujudkan pangan alternatif, tapi juga memberi efek positif terhadap peningkatan derajat ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kobar Nurul Edy menyebutkan, optimalisasi pangan lokal dapat terwujud jika sumber daya manusia pengolah produk tersebut memiliki kompetensi.
"Karena itu petani harus berani meng-eksplor diri dengan ide-ide kreatif dalam mengolah produk pangan lokal yang kita miliki," kata Nurul Edy via ponsel. Senin (12/12/2016).
Upaya menumbuhkan ide kreatif petani, lanjut Nurul Edy, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan alih teknologi maupun kegiatan penyuluhan dan harus terus dilakukan evaluasi.
Peran penyuluh pertanian, sebut dia, sangat penting dengan memberikan pendampingan dan motivasi kepada petani. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan potensi dan nilai tambah produk pangan lokal yang ada di wilayah Kotawaringin Barat. .
"Pendampingan, evaluasi dan motivasi untuk terus belajar wajib dimiliki oleh setiap praktisi pertanian," ucapnya.
Sementara itu Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KP2KP) Kabupaten Kobar telah melakukan pengembangan cara bertanam, salah satunya dengan metode hidroponik.
Hal ini guna memberikan ruang ekonomis bagi rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang ada sehingga kebutuhan sayuran dapat dilengkapi secara mandiri.
"Hidroponik adalah pengembangan cara tanam. Cara ini harus terus dikenalkan kepada masyarakat guna menjadikan pekarangan rumah lebih ekonomis dan menghasilkan. Paling tidak untuk kebutuhan sayur sehari-hari," jelas Kepala KP2KP Kabupaten Kotawaringin Barat Abet Nego. (FAHRUDDIN FITRIYA/m)








