BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, merangkak naik. Kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi pada komoditas ayam potong dan sayur mayur sejak sepekan terakhir. Ayam potong yang sebelumnya per kilogram Rp32 ribu, saat ini sudah Rp40 ribu.

" Ada kenaikan sekitar Rp10 ribu dari pekan lalu. Kenaikan signifikan pada harga bawang merah yang naik Rp5 ribu dari Rp40 menjadi Rp45 ribu, dari harga normal hanya Rp25 ribu," kata seorang pedagang di Pasar Relokasi Tembaga Indah, Kelurahan Baru, Maryamah, di Pangkalan Bun, Senin (12/12/2016).

Para pedagang mengungkapkan naiknya harga ayam potong dipasaran disebabkan terjadi kekosongan pasokan ayam potong dari peternak lokal di Kobar.kalaupun ada ayam yang ditawarkan kepada pedagang tidak seperti biasanya yang gemuk dan berdaging tetapi justru ayam yang berukuran kecil. Sehingga apabila dipasarkan maka pedagang akan mengalami kerugian sehingga mereka enggan untuk mengambilnya untuk di jual.

Untuk mengatasi kekosongan, pedagang bernisiatif membeli ayam dari peternak di Provinsi Kalimantan  Selatan (Banjarmasin), mereka mengakui bahwa ayam dari Banjarmasin lebih unggul dari bobotnya namun harganya sama dengan harga dari peternak lokal. 

" Sejak beberapa hari lalu kita sudah pesan ayam potong dari Banjarmasin tetapi kita harus menunggu lebih lama karena faktor jarak dan kendalanya belinya harus sistem borongan," ungkap Maryamah.

Ayam Sengaja Disimpan

Langkanya ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kobar yang memicu naiknya harga ayam potong menimbulkan spekulasi. Salah satunya, Marni, pedagang ayam di Pasar Tembaga Indah ini mengungkapkan, ada dugaan ayam potong dari peternak lokal sengaja disimpan untuk persiapan hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad SAW serta jelang perayaan natal dan tahun baru 2017.

Hal itu berdasarkan pada pengalaman sebelumnya, menurut dia pada hari-hari biasa berapapun kebutuhan ayam yang diminta pedagang pasti dapat terpenuhi, namun jelang hari besar dan perayaan lainnya justru pedagang di beri ayam yang berukuran kecil dan yang bobotnya besar dikeluarkan mendekati hari besar.

" Sengaja yang besar dikeluarkan saat hampir mendekati perayaan nanti, ini ada faktor permainan dari peternak," ungkap dia.

Dari pantauan Borneonews kenaikan harga juga terjadi pada produk sayuran, seperti tomat dan sejumlah sayuran lain yang didatangkan dari Jawa. (KOKO SULISTYO/N).