BORNEONEWS, Nakhon Ratchasima - Tim goalball Indonesia memilih bermain lepas dan tanpa beban saat menghadapi Thailand dalam pertandingan final ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand di Indoor Stadium, Vongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Minggu pukul 15.20 WIB.
"Secara fisik dan mental, kami (tim goalball) sudah siap untuk kembali menghadapi Thailand," kata pemain sekaligus kapten tim goalball Indonesia Arif Setiawan kepada ANTARA setelah timnya menang 10-3 melawan Myanmar,
Dia menjelaskan bahwa seluruh pemain sepakat untuk terus memperbaiki performa menjelang laga final, khususnya dalam sektor pertahanan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Thailand memiliki keunggulan pada lemparan yang kencang sehingga disiplin bertahan menjadi kunci utama.
Selain itu, Indonesia juga menyiapkan strategi untuk memanfaatkan celah serangan dari setiap kesempatan yang ada.
Arif menilai, peran pemain di posisi center maupun sayap dipandang sama pentingnya.
Center yang identik dengan tugas bertahan juga diharapkan mampu berkontribusi mencetak angka, terutama pada momen-momen krusial.
Pelatih tim goalball Indonesia Muhammad Endra Sukmana menambahkan, skuad Garuda melangkah ke final setelah melalui fase penyisihan dengan format kompetisi penuh. Sistem itu melibatkan empat negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Myanmar.
Setiap negara saling bertemu sebanyak dua kali, dengan total enam pertandingan per tim.
Dari rangkaian laga penyisihan, Indonesia hanya menelan dua kekalahan yang seluruhnya didapat saat berhadapan dengan Thailand.
Empat pertandingan lainnya berhasil dimenangi, masing-masing dua kemenangan melawan Filipina dan Myanmar.
Pada babak semifinal, Indonesia bersua Myanmar. Arif dan kawan-kawan menang telak dengan skor 10-3.
Meski begitu, tambah dia, tim pelatih menilai masih ada sejumlah catatan evaluasi, terutama terkait tempo permainan yang dinilai terlalu cepat atau terburu-buru.
"Tetapi secara umum, penampilan tim dinilai sudah solid, baik dalam aspek lemparan maupun pertahanan," ujar Endra.
Goalball adalah cabang olahraga khusus untuk atlet tunanetra dan low vision. Komposisi pemain terdiri dalam dua posisi, yakni center dan sayap (kanan dan kiri).
Setiap tim dihuni enam orang. Tiga pemain berada di lapangan dan tiga lainnya sebagai cadangan.
Semua pemain, baik yang buta total maupun low vision wajib memakai penutup mata (eye shade), agar kondisi benar-benar setara saat bertanding.
Untuk menghadapi ASEAN Para Games 2025 Thailand, Indonesia hanya menurunkan satu tim untuk kategori putra yang berisi enam atlet.
Mereka adalah Arif Setiawan, Nur Ikhsan, Yogi Prayoga, Nanang Qomarudin, Satrio Choirul Usman, dan Andi Santoso.
ANTARA









