BORNEONEWS, Palangka Raya – Sejumlah kegiatan dipersiapkan untuk Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) . Seperti penganugerahan gelar Dayak bagi  orang nomor satu RI tersebut

Penyematan gelar tersebut, bakal berlangsung saat apel HKSN di lapangan Sanaman Mantikei, Palangka Raya. Sejumlah penganugerahan gelar juga akan dilakukan pada acara puncak tersebut antara lain penyerahan Satya Lencana Kebaktian Sosial 2016.

“Nanti akan ada penganugerahan gelar Dayak untuk RI-1 dan juga dirangkai dengan penyerahan Satya Lencana Kebaktian Sosial 2016 bagi pahlawan-pahlawan kemanusiaan oleh Bapak Presiden,” terang kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalteng Guntur Taladjan yang juga bertindak sebagai ketua harian panitia daerah HKSN kepada Borneonews, Senin (12/12/2016) malam.

Guntur menjelaskan, saat Presiden Jokowi berkunjung ke Palangka Raya juga bakal disuguhi pawai budaya oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng yang diketuai Agustiar Sabran. Ribuan peserta bakal memenuhi Bundaran Besar terdiri dari sanggar se Kalteng, pelajar, pegawai, dan DAD dari 14 kabupaten/kota.

Presiden juga bakal meninjau lokasi restorasi lahan gambut di Kabupaten Pulang Pisau. Di kabupaten ini, direncanakan pula pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau Unit 1 yang terletak di Desa Buntoi Kecamatan Kahayan Hilir akan ditinjau Presiden Jokowi. Saat ini, progres penyelesaiannya sudah mencapai 92,7%. Pengerjaan PLTU Buntoi berkekuatan 2X60 MW itu terus digenjot untuk mencapai tenggat waktu, sehingga bisa segera mendukung sistem Barito.

“Di Palangka Raya, selain kegiatan tersebut, juga akan dilengkapi dengan Pameran Ekspo HKSN dan hiburan rakyat, untuk memeriahkan penringatan puncak HKSN 2016 di Kalteng ini,” tukas Guntur.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran mengungkap pihak DAD Kalteng akan turut berpartisipasi untuk menyemarakkan HKSN. Sala satunya dengan menggelar pawai budaya se-Kalteng dan pawai lintas agama, lintas etnik, budaya, yang kemudian bergabung pada puncak acara perintatan HKSN Nasional. 

Ia meminta agar DAD Kabupaten/Kota mengirimkan satu  kontingen peserta pawai termasuk, paguyuban lintas etnis dan lintas agama, untuk mengikuti  pawai. Pawai itu berlangsung pada 20 Desember dari Bundaran Besar dan berakhir di Stadion Senaman Mantikai. Ratusan sanggar se-Kalteng juga dipersiapkan untuk mengikuti pawai. Selain itu sejumlah sekolah pun akan unjuk kebolehan dalam rangka  memeriahkan pawai budaya. (ROZIKIN/m)