BORNEONEWS, Palangka Raya - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah mendorong pelestarian permainan tradisional Dayak, tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda di tengah pesatnya arus digitalisasi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan menegaskan bahwa permainan tradisional seperti Habayang, Balogo, Manyipet, hingga Sebumbun memiliki nilai-nilai luhur yang relevan dengan pembentukan karakter anak dan remaja saat ini.
Menurutnya, kelestarian permainan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah.
"Komisi III DPRD Kalteng sangat mendukung pelestarian permainan tradisional. Ini bukan hanya soal budaya, tapi juga identitas Kalimantan Tengah yang harus kita jaga agar tidak hilang tergerus zaman," ujarnya, Senin, 26 Januari 2026.
Tomy menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup generasi muda yang semakin lekat dengan teknologi digital menjadi tantangan tersendiri bagi kelestarian permainan tradisional.
Namun, kondisi tersebut justru mempertegas pentingnya menghadirkan kembali permainan rakyat sebagai media pembelajaran nilai kebersamaan, disiplin, keberanian, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Ia menekankan bahwa upaya pelestarian tidak cukup dilakukan secara seremonial, melainkan harus diikuti dengan langkah konkret dan berkelanjutan melalui berbagai sektor.
Menurutnya, penguatan permainan tradisional sejalan dengan upaya menjaga identitas daerah sekaligus menyiapkan generasi muda Kalteng agar tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal, meski berada di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak maju.
"Perlu ada sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dan masyarakat adat. DPRD tentu mendorong kebijakan dan anggaran yang mendukung agar permainan tradisional ini benar-benar hidup dan dimainkan, bukan hanya dikenang," tegas politikus PAN ini. (PATHUR/H)









