BORNEONEWS, Puruk Cahu - Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang selama beberapa pekan ini terjadi di Kabupaten Murung Raya (Mura) membuat fasilitas publik berupa balai pertemuan di Desa Muara Untu, Kecamatan Murung rubuh. Kejadian ini terjadi pada Senin (12/12/2016)sekitar pukul 18.30 .

Anang Elmi, seorang perangkat desa saat dikonfirmasi mengatakan kejadian rubuhnya balai desa tersebut bermula ketika waktu sehabis Magrib yang mulai terasa angin kencang. Aliran listrik di desa itu pun padam total.

"Tidak lama setelah padamnya listrik, datang laporan ke kami selaku perangkat desa bahwa balai desa yang letaknya berdekatan langsung dengan kantor desa rubuh karena hempasan angin kencang," ungkap Anang, Selasa (13/12/2016).

Ia bercerita, sebelum balai desa tersebut rubuh terdapat seorang warga yang berada dalam balai sekadar untuk bersantai. Ketika warga itu merasa bangunannya bergoyang terhempas angin kencang,warga yang diketahui berkelamin pria lari meninggalkan tempat nahas tersebut.

"Beruntung atas kejadian itu tidak ada korban jiwa karena seorang warga yang kebetulan ada di tempat kejadian langsung pergi ketika merasa ada bahaya," tambah Anang lagi.

Anang menjelaskan, kontruksi balai desa tersebut dibangun dengan sistem rumah panggung dan terbuat dari bahan kayu serta tidak menggunakan dinding sehingga tidak kuat menerima terpaan angin kala itu. (SUPRIADI/m)