BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan berbagai antisipasi guna menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya dari sisi kesehatan dengan menyiapkan ribuan masker hingga obat-obatan.
“Untuk persiapan di bidang kesehatan, pertama persediaan masker. Sebenarnya itu sudah kami persiapkan dari 2023 lalu, ketika terjadi karhutla. Tapi alhamdulillah, 2023 itu kondisinya cepat mereda dan aman, sehingga stok masker masih ada,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim Nugroho Kuncoro Yudho, Senin 26 Januari 2026.
Sebelumnya Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga bencana karhutla selama 30 hari, yakni 23 Januari - 21 Februari 2026, seiring dengan menurunnya intensitas curah hujan yang diikuti dengan meningkatnya potensi karhutla.
Nugroho menjelaskan, karhutla bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan tetapi juga buruk bagi kesehatan. Kabut asap dan jelaga dari karhutla dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan hingga menyebabkan diare.
Oleh karena itu, Dinkes turut melakukan persiapan dalam mengantisipasi dampak tersebut, antara lain memastikan ketersediaan masker mencukupi.
Saat ini Dinkes Kotim memiliki 39 dus masker anak, yang berisi 20 kotak dengan masing-masing kotak berisi 50 lembar masker. Jika diakumulasikan artinya ada 39.000 lembar masker anak tersedia.
“Dari jumlah tersebut 12 dus di antaranya sudah didistribusikan ke 11 puskesmas, berarti saat ini ada ada di gudang Dinkes sendiri masih ada 27 dus,” imbuhnya.
Kemudian, masker dewasa tercatat ada 43 dus, yang berisi 40 kotak dengan masing-masing berisi 50 lembar masker dan jika ditotal mencapai 80.000 lembar lebih. Sebanyak 13 dus telah didistribusikan ke puskesmas dan sisanya masih ada di gudang Dinkes.
Masker tersebut biasanya dibagikan kepada masyarakat secara gratis, ketika indeks standar pencemaran udara sudah menunjukkan indikasi yang mengkhawatirkan.
Selain masker, pihaknya juga memastikan ketersediaan obat-obatan di puskesmas, khususnya obat untuk infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan diare dalam kondisi aman, begitu pula infus.
ANTARA









