SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaporkan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2025 dengan variasi signifikan berdasarkan jenjang pendidikan.

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kotim mencatatkan TPT terendah dibandingkan jenjang pendidikan lainnya yang menunjukkan keberhasilan pendidikan vokasi dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

“Bila dilihat berdasarkan jenjang pendidikan yang ditamatkan, TPT terendah merupakan lulusan SMK yakni sebesar 1,74 persen," kata Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman,  Senin, 26 Januari 2026.

Ia menyebut angka ini menurun sebesar 7,82 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 9,29 persen.

Keberhasilan penurunan TPT pada lulusan SMK ini mencerminkan efektivitas pendidikan kejuruan yang berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis dan kesiapan kerja.

Data lebih rinci menunjukkan tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan di Kotim tahun 2025 adalah lulusan SD sebesar 2,66 persen, SMP 7,41 persen, SMA 8,23 persen, SMK 1,47 persen, dan perguruan tinggi 3,32 persen.

“Sebagai lulusan SMK pemilik kompetensi yang selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, mereka relatif lebih cepat terserap,” ujarnya.

Sementara itu untuk tingkat pengangguran terbuka, data menunjukkan penurunan secara bertahap dari 5,15 persen pada 2021 menjadi 4,56 persen pada 2025. 

Penurunan TPT sebesar 4,56 persen pada 2025 ini menggambarkan pengurangan jumlah pengangguran. Hal ini disebabkan oleh membaiknya kondisi perekonomian yang mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja di Kotim. (DEVIANA/R)