BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dalam beberapa hari terakhir angin kencang sering melanda Kota Kuala Kurun, Ibu Kota Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Bahkan sampai ada pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Beruntunglah kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Seorang warga Kuala Kurun yang dibincangi Borneonews, Yantedi (36), mengatakan, angin kencang di wilayah Kuala Kurun sering terjadi sore hari. Saat angin kencang juga disertai hujan, namun intensitas hujan tidak terlalu deras.
"Akhir-akhir ini memang sering terjadi angin kencang. Bahkan, ada pohon yang tumbang akibat angin kencang dan terkena rumah warga di wilayah Kelurahan Tampang Tumbang Anjir," kata Yantedi, Selasa (13/12/2016) siang.
Warga lainnya, Masriani (47), menuturkan hal serupa. Menurutnya, dalam beberapa pekan ini memang ada kalanya terjadi angin kencang yang disertai hujan. Meski demikian, akibat dari angin kencang tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat, kususnya di Kuala Kurun dan sekitarnya.
"Kita berharap jangan sampai ada kejadian yang sampai merugikan masyarakat akibat angin kencang. Semoga saja tidak ada musibah yang terjadi di daerah ini. Instansi terkait harus meningkatkan kewaspadaan," harapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gumas M. Rusdi menyatakan, pihaknya telah menerima laporan ada satu rumah di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir tertimpa pohon tumbang saat angin kencang, Senin (12/12/2016). Namun, hanya sebagian dari rumah yang terkena pohon tumbang.
"Laporan korban yang terluka tidak ada. Pohon yang tumbang juga dibersihkan oleh warga," kata Rusdi.
Pada kesempatan itu, Rusdi mengingatkan kepada masyarakat supaya memperhatikan pohon-pohon yang ada di sekitar rumah. Bila ada pohon yang rawan tumbang harus dipangkas. Hal itu supaya jangan sampai pohom tumbang ke rumah akaibat angin kencang.
"Kita juga berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memperhatikan pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang, terutama yang ada di tempat umum untuk dipangkas," ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin siang.
Rusdi mengingatkan pula kepada masyarakat Gumas supaya waspada, mengingat Oktober 2016 hingga Februari 2017, berdasarkan perkiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat, wilayah Gumas memasuki musim hujan. Terlebih ada beberapa desa dan kelurahan rawan banjir."Intinya kita semua harus waspada terhadap ancaman bencana." (EPRA SENTOSA/N).








