KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan – Bupati Katingan, Saiful, meluncurkan fasilitas kolam pemancingan baru di kawasan Kebun Raya Katingan pada Senin, 26 Januari 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperbanyak pilihan destinasi wisata bagi masyarakat sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam sambutannya, Saiful menekankan pentingnya penyediaan ruang hiburan yang representatif bagi warga. 

"Ini adalah bagian dari upaya kita untuk membahagiakan masyarakat agar mereka mendapatkan tempat hiburan yang sifatnya wisata. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Katingan juga mendapatkan manfaat ekonomi guna meningkatkan PAD," ujarnya.

Bupati Saiful mengatakan jika kabupaten yang dipimpinnya memiliki kebun raya yang tidak semua dimiliki oleh daerah lain.Selain berbagai tanaman buah-buahan khas Kalimantan, kawasan Kebun Raya Katingan juga memiliki panorama alam menawan. Apalagi saat ini kebun raya kebanggaan warga Katingan ini dilengkapi beberapa fasilitas lain termasuk kolam pemancingan untuk umum.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Katingan, Yobie Sandra, menjelaskan bahwa peluncuran kolam pemancingan ini dibarengi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti Aviari (kandang burung besar) dan kebun buah.

Yobie mengakui adanya tren penurunan PAD dari Kebun Raya Katingan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kurangnya "atraksi" atau daya tarik yang membuat pengunjung ingin kembali lagi.

"Selama ini pengunjung hanya datang melihat tanaman, setelah itu selesai. Tidak ada hal yang membuat mereka betah atau ingin datang kembali. Dengan adanya kolam pemancingan dan aviari ini, kita mencoba mengoptimalisasi aset OPD sesuai instruksi Bupati agar Kebun Raya semakin dikenal dan pendapatan daerah meningkat," jelas Yobie.

Selain peresmian fasilitas wisata, acara tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan dua Nota Kesepahaman (MoU) penting, yaitu pemanfaatan laboratorium lingkungan.
Kemudiqn pengelolaan sampah residu di TPA.

Terkait pengelolaan sampah, Yobie menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Kabupaten Katingan agar sistem pengelolaan berjalan baik dan memberikan nilai ekonomis.

Di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang sulit, inovasi ini diharapkan menjadi pemicu (trigger) munculnya sumber-sumber pendapatan baru bagi Kabupaten Katingan. Fasilitas kolam pemancingan ini kini telah terbuka untuk umum dan siap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menyegarkan pikiran (refreshing). (ABDUL GOFUR/H)