PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki Cabang Kalimantan Tengah menegaskan kesiapan seluruh perusahaan anggotanya untuk bersinergi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA dalam penyusunan Data Distribusi Spasial Orangutan di Kalimantan Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan pemutakhiran data populasi Orangutan di luar Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) sebagai tindak lanjut Regional Meeting Konservasi Orangutan Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada 23–24 Juni 2025.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, di Aquarius Boutique Hotel, Palangka Raya oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah.

Perwakilan Gapki Kalteng, Suto Suwahyo menyampaikan bahwa saat ini Gapki Kalteng menaungi 126 perusahaan anggota yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 perusahaan hadir dalam kegiatan bimbingan teknis dengan total peserta mencapai 70 orang.

“Saat ini anggota Gapki Kalteng terdiri dari 126 perusahaan yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Untuk kegiatan hari ini, yang hadir sebanyak 40 perusahaan dengan 70 peserta. Kami siap mendapatkan arahan dan bimbingan dari BKSDA terkait penyusunan Data Distribusi Spasial Orangutan di Kalimantan Tengah,” ujar Suto Suwahyo.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama serta inisiasi bersama antara Gapki dan BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara.

Forum ini menjadi ruang penting bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas dalam mendeteksi serta melestarikan keberadaan orangutan di sekitar wilayah usaha.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan inisiasi bersama antara Gapki dengan BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah atas terselenggaranya kegiatan hari ini. Kami berharap kiranya BKSDA berkenan membimbing kami di sektor perkebunan kelapa sawit dalam mendeteksi dan melestarikan keberadaan orangutan,” katanya.

Suto menegaskan bahwa kerja sama dengan BKSDA bukanlah hal yang baru bagi Gapki Kalteng dan perusahaan anggotanya.

Kolaborasi tersebut, menurut dia, lebih mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan kelapa sawit terhadap kelestarian lingkungan dan satwa liar sebagai bagian dari keseimbangan antara usaha dan ekosistem.

“Kerja sama dengan BKSDA bukan merupakan hal yang baru, tetapi lebih kepada komitmen perusahaan kelapa sawit terhadap kelestarian lingkungan dan satwa sebagai sesuatu yang penting untuk keseimbangan usaha dan lingkungan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Gapki Kalteng bersama seluruh perusahaan anggota menyambut baik kegiatan bimbingan teknis ini dan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan serta melestarikan keanekaragaman satwa di sekitar wilayah perkebunan.

“Gapki Kalteng bersama perusahaan anggota menyambut baik kegiatan ini dan semoga menjadi kontribusi perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam menjaga lingkungan serta menjaga keanekaragaman satwa yang ada di sekitar lingkungan usaha,” pungkas Suto Suwahyo.(TESTI PRISCILLA)