BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan meminta pemerintah daerah untuk memerhatikan kebutuhan fasilitas sekolah dalam penerapan digitalisasi pembelajaran.
Kendala yang muncul, seperti keterbatasan jaringan listrik dan internet, masih menghambat penggunaan teknologi seperti papan tulis interaktif di sejumlah daerah.
"Kendala ini kami lihat saat kunjungan ke Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas dan di Buntoi Kabupaten Pulang Pisau. Listrik dan internet harus diperhatikan pemerintah," ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut pada Selasa, 27 Januari 2026.
Pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan sebelumnya telah berupaya mengatasi kendala tersebut dengan menyiapkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pengadaan Starlink untuk kebutuhan jaringan internet.
Papan tulis interaktif yang digenjot digunakan dalam pembelajaran juga disiapkan secara sepaket dengan kedua fasilitas tersebut.
"Papan tulis interaktif inikan sepaket dengan PLTS dan Starlink, namun kemarin sempat juga terkendala karena Starlink-nya sempat drop, sempat tidak diadakan. Inilah yang kemudian yang harus disikapi lagi," katanya.
Menurutnya, ketergantungan perangkat digital dengan ketersediaan listrik dan internet harus menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat digitalisasi pembelajaran merupakan transformasi pendidikan yang wajib dipenuhi.
Ia mengharapkan pemerintah provinsi maupun kabupaten menetapkan skala prioritas agar kekurangan atau kendala di bidang pendidikan bisa sepenuhnya teratasi.
"Inikan supaya anak-anak yang sekolah di daerah mendapat materi pembelajaran yang sama dengan di kota, sehingga soal kendala-kendala itu jangan sampai terjadi," pungkas Tomy Irawan (PATHUR/R)









