BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya menekan praktik perundungan di lingkungan sekolah Kota Palangka Raya kini difokuskan pada penguatan peran guru dan orang tua dalam membentuk karakter serta melindungi anak sejak dini.
Pemko Palangka Raya menilai bahwa pencegahan bullying tidak cukup hanya dengan aturan, tetapi harus dimulai dari pendekatan pendidikan dan pola asuh yang tepat.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Sekda Arbert Tombak menegaskan bahwa tenaga pendidik memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.
“Seluruh tenaga pendidik di Kota Palangka Raya sesuai dengan semangat Pak Wali dan Pak Wakil harus fokus memperbaiki sistem pendidikan. Mulai dari tingkat sekolah untuk menyebarluaskan aksi pencegahan kekerasan kepada anak atau peserta didik,” ujar Arbert, Selasa, 27 Januari 2026
Menurutnya, guru tidak hanya berperan dalam mengajar, tetapi juga membimbing, mengawasi, dan melindungi peserta didik dari potensi kekerasan, baik secara fisik maupun psikologis.
Ia menekankan bahwa ruang kelas harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut.
Arbert juga menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membangun pola asuh yang sehat.
Ia mengajak guru untuk aktif memberikan edukasi kepada orang tua terkait pendekatan parenting yang lebih positif dan suportif.
“Ini bisa disuarakan dari guru. Kami mengimbau kepada guru untuk bisa memperbaiki pendekatan-pendekatan orang tua terhadap cara parenting-nya kepada anak,” katanya.
Selain menyasar orang tua, edukasi juga diarahkan langsung kepada peserta didik agar mereka memahami dampak buruk perundungan, baik bagi korban maupun pelaku.
“Guru-guru agar bisa menyampaikan kepada murid perihal bahayanya perundungan dan memberikan pemahaman agar mencegah hal tersebut tidak terjadi,” tambahnya.
Pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan melalui program sosialisasi, edukasi karakter, serta kerja sama lintas sektor dengan sekolah, lembaga perlindungan anak, dan organisasi masyarakat.
"Dengan kolaborasi semua pihak, Pemko Palangka Raya berharap lingkungan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan tanpa bayang-bayang trauma akibat perundungan," pungkasnya. (PATHUR/R)









