PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi, mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh isu perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) yang belakangan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

"Saya mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif," katanya, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menyampaikan wacana pilkada yang disebut-sebut akan dipilih melalui DPRD tidak seharusnya menjadi sumber keresahan publik. Menurutnya, masyarakat perlu menyikapi isu tersebut secara tenang dan rasional.

Junaidi menilai perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi konflik sosial yang merugikan semua pihak.

Ia menegaskan, Kalimantan Tengah selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kalimantan Tengah adalah daerah yang kuat dengan nilai persatuan, jangan sampai dirusak oleh isu-isu yang belum tentu jelas kebenarannya," ucapnya.

Junaidi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi, khususnya yang beredar di media sosial, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang provokatif.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga suasana tetap damai dan harmonis.

Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

"Jangan sampai masyarakat menjadi terpecah belah akibat adanya isu ini, karena persatuan dan kedamaian adalah kekuatan utama Kalimantan Tengah," tuturnya. (PATHUR/j)