PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – BMKG Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya memperhatikan faktor cuaca dan iklim dalam penyusunan langkah antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Provinsi Kalimantan Tengah, Anton Budiyono, dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla.

Anton menyampaikan bahwa kondisi iklim menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi oleh seluruh pihak terkait.

“BMKG memprediksi el Nino lemah berpotensi terjadi pada tahun 2026 dan musim kemarau berpotensi sifatnya sebagian di bawah normal sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan seluruh pihak,” ujar Anton di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menilai informasi iklim tersebut penting sebagai dasar dalam menyusun langkah pengendalian karhutla secara lebih terencana.

Melalui rapat koordinasi tersebut, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah dalam pengendalian karhutla.

Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan pengendalian karhutla yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/j)