BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamandau resmi menggelar kegiatan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) pada 9-11 Desember 2016. Kegiatan Muskercab yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Lamandau, Nanga Bulik, tersebut menghasilkan berbagai rumusan agenda kerja dan rekomendasi, yang diantaranya menegaskan bahwa bagi NU Lamandau menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati dan tidak dapat ditawar-tawar lagi.
Termasuk di dalamnya adalah mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta idiologi Pancasila sebagai landasan dalam hidup berbagsa negara.
Hal tersebut seperti diutarakan Ketua Tanfidziyah PCNU Lamandau Hamim kepada wartawan, Selasa (13/12/2016).
Menurutnya, NU sebagai organisisasi keagamaan berlandaskan Ahlussunnah Waljamaah dan juga merupakan organisasi islam terbesar di Indonesia bahkan dunia tidak mungkin berpaling dari NKRI, UUD 1945 dan Pancasila. Pasalnya, kata dia, justru Republik ini berdiri tidak terlepas dari peran serta total para ulama-ulama NU yang bejiwa nasionalis dan berkarakter islam moderat (rahmatan lil alamin). Sebagaimana tercermin dalam Resolisi Jihad pendiri NU Hadratussyaikh KH. Hasyim Ashari, yang menyatakan bahwa "Hubbul Wathon Minal-Iman", yang artinya "Cinta Terhadap Tanah Air adalah sebahagian daripada Iman".
Hamim juga membeberkan, beberapa rumusan agenda kerja kepengurusan yang dihasilkan dalam Muskercab, PCNU Lamandau juga bertekad untuk terus memperlebar sayap organisasi dengan membentuk perwakilannya di daerah pelosok seperti dengan membentuk Majelis Wakil Cabang di setiap kecamatan yang selama ini belum terbentuk serta memperbanyak pembentukan ranting.
"Hingga saat ini masih ada dua kecamatan yakni Delang dan Batangkawa yang masih belum memiliki MWC (Majlis Wakil Cabang). Kedepan juga kita tentu meminta agar pengurus MWC untuk segera memperbanyak pembentukan pengurus ranting," katanya.
Selebihnya, ke depan PCNU juga akan menggelar kegiatan rutin keagamaan seperti halnya istigostah bulanan serta pengajian-pengajian dan diskusi-diskusi lainnya. Termasuk menggagas program kerja yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Seperti diketahui, Muskercab PCNU Lamandau sendiri dihhadiri ratusan nahdliyyin, termasuk juga dihadiri pengurus syuriah, tanfidziyah, seluruh pengurus Banom (Badan Otonom) NU, lembaga, lajnah, serta perwakilan majelis wakil cabang (MWC).
Pelaksanaan Muskercab juga dirangkai dengan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kabupaten Lamandau yang diikuti sedikitnya 125 peserta. (HENDI NURFALAH/m)








