KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) Jaya S Monong menyatakan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di daerah setempat yang baru saja dilakukan ‘groundbreaking’ selesai pada Juni 2026 sesuai target yang ditetapkan.

"Semoga pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini berjalan baik, aman dan lancar, selesai pada Juni 2026, sehingga dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran 2026/2027," kata Jaya Monong di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Tumbang Tambirah, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menjelaskan, Program Sekolah Rakyat, tepatnya Sekolah Rakyat Rintisan, telah berjalan di Gumas pada September 2025 dengan memanfaatkan Hotel Gunung Mas yang terletak di Kuala Kurun. 

Hingga saat ini tercatat ada 100 peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sekolah Rakyat Rintisan Gumas, dengan kriteria utama Putus Sekolah, Tidak Pernah Sekolah, serta Rentan untuk Putus Sekolah.

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Gumas ini menyebut, nantinya jika pembangunan Sekolah Rakyat permanen rampung, maka kegiatan belajar mengajar akan dipusatkan di sana.

"Pembangunan Sekolah Rakyat permanen Gumas dilakukan di lahan seluas kurang lebih 10 hektare. Direncanakan ada sejumlah bangunan yang dibangun, guna mendukung program Sekolah Rakyat," kata Jaya Monong.

Sejumlah bangunan yang dimaksud antara lain gedung SD, gedung SMP, gedung SMA, asrama putra SD, asrama putri SD, ruang makan SD, asrama putra SMP, asrama putri SMP, ruang makan SMP, asrama putra SMA, asrama putri SMA, dan ruang makan SMA.

Ada juga gedung serba guna, rumah susun guru, gedung gereja, power house, penginapan, instalasi limbah dapur, gudang, Tempat Pengolahan Sampah, lapangan sepak bola, gedung ibadah, lapangan upacara, dan mini soccer.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Strategis Kalteng Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Treace Merry menyampaikan, pembangunan Sekolah Rakyat di provinsi setempat dilakukan di empat kabupaten/kota yakni Gumas, Katingan, Kotawaringin Timur, dan Palangka Raya.

Secara keseluruhan, nilai kontrak pembangunan Sekolah Rakyat di empat kabupaten/kota tadi yakni sebesar Rp985,9 miliar dari APBN 2025-2026. Pembangunan dilaksanakan secara multi years contract atau kontrak tahun jamak 2025-2026.

“Acara 'groundbreaking' hari ini bukan hanya penanda dimulainya pekerjaan fisik konstruksi, tetapi juga merupakan simbol dimulainya harapan baru bagi anak-anak dan keluarga kurang mampu di Gumas,” demikian Treace Merry.