PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah telah menjangkau 186.711 penerima manfaat hingga 31 Desember 2025. Program ini menjadi salah satu bentuk intervensi langsung pemerintah melalui belanja APBN untuk meningkatkan gizi masyarakat.

“Penerima manfaat terdiri dari berbagai kelompok atau kategori, mulai dari balita, bumil/busui, siswa dari PAUD hingga SMA serta santri, SLB, dan PKBM,” Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalteng, Herry Hernawan, Selasa, 27 Januari 2026.

Program ini dijalankan melalui 67 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif, melibatkan 2.554 tenaga kerja, dan didukung 406 suplier untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan merata.

Herry menambahkan bahwa pelaksanaan MBG ini menjadi salah satu komponen Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang digunakan untuk belanja yang langsung diterima oleh masyarakat dalam kinerja Belanja APBN untuk Kalimantan Tengah.

Selain MBG, realisasi belanja kementerian/lembaga di Kalteng juga menunjukkan fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Belanja pendidikan tercatat sebesar Rp399,15 miliar atau 93,74 persen dari pagu, dengan sebagian besar dialokasikan untuk BOS siswa MI/MTS/MA/SMTK/SMAK senilai Rp37,47 miliar.

Selain itu, anggaran untuk peningkatan sarana dan mutu pendidikan pada sekolah dan perguruan tinggi keagamaan mencapai Rp205,36 miliar.

Sektor kesehatan juga mendapat porsi signifikan dengan belanja sebesar Rp128,31 miliar atau 78,28 persen dari pagu, terutama untuk penguatan laboratorium dan alat pengujian obat serta makanan senilai Rp6,02 miliar, serta pembinaan pendidikan tinggi Poltekes Kemenkes sebesar Rp16,87 miliar.

Sementara itu, belanja infrastruktur di Kalteng tercatat Rp2,30 triliun atau 94,24 persen dari pagu, di mana mayoritas dialokasikan untuk optimalisasi lahan dan cetak sawah sebesar Rp821,89 miliar.