BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan dalam Pengelolaan Manajemen Pendidikan Tinggi Universitas Sumatera Utara (USU) yang berlangsung baru-baru ini diisi dengan sesi diskusi kelompok sebagai bagian dari penguatan arah transformasi institusi.
Salah satu kelompok diskusi yang terbentuk adalah Kelompok 1-C, yang dimoderatori oleh Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D dengan presenter Dr Hatta Ridho.
Kelompok ini mengangkat tema “Penguatan Kepemimpinan Akademik dalam Membangun Kolaborasi Strategis antara Perguruan Tinggi dan Industri”, sejalan dengan semangat transformasi USU menuju perguruan tinggi berdampak.
Tema tersebut ditampilkan dalam layar presentasi bertajuk Kelompok 1–C.
“Diskusi difokuskan pada peran kepemimpinan akademik dalam memperkuat jejaring kerja sama yang produktif dan berkelanjutan dengan dunia industri,“ kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Rabu, 27 Januari 2026.
Dalam struktur kelompok, Prof. Dr. Drs. Budi Agustono, M.S. ditetapkan sebagai Ketua Kelompok, sementara Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP. bertugas sebagai notulis. Kelompok ini dihuni sejumlah akademisi senior lintas disiplin di lingkungan USU.
Anggota Kelompok 1-C terdiri dari Prof. Dr. Drs. Budi Agustono, M.S., Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., Prof. Ir. T. Sabrina, M.Agr.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Isfenti Sadalia, S.E., M.E., Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, MT., Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., Prof. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Noverita Sprinse Vinolina, M.P., Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., serta Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP.
Sebelumnya, Rektor USU, Prof Muryanto Amin menyampaikan bahwa diskusi kelompok menjadi bagian penting dalam merumuskan langkah strategis universitas ke depan.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus diperkuat melalui kepemimpinan akademik yang visioner dan adaptif. Dari forum diskusi seperti ini, kita berharap lahir gagasan konkret yang bisa diimplementasikan di tingkat institusi,” ujar Prof Muryanto.
Ia menambahkan, hasil diskusi dari setiap kelompok, akan dihimpun sebagai bahan rekomendasi untuk memperkuat kebijakan internal universitas. Dengan demikian, transformasi tata kelola dan penguatan jejaring strategis USU tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi bergerak menuju praktik yang berdampak nyata. (TESTI PRISCILLA/H)









