BORNEONEWS, Palangka Raya – Berdasarkan data jumlah penduduk Kalimantan Tengah yang sekitar 2,5 juta jiwa, konsumsi beras harian masyarakat di provinsi ini diperkirakan mencapai kurang lebih 560 ton per hari.
Angka ini menjadi patokan penting dalam perencanaan ketersediaan pangan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Perhitungan konsumsi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan beras selama sebulan penuh akan mencapai sekitar 16.800 ton. Namun Perum Bulog Kalimantan Tengah telah menyiapkan sebanyak 14.458 ton beras, yang secara teoritis cukup untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat selama lebih dari 25 hari.
Kepala Perum Bulog Kalimantan Tengah, Budi Sultika menjelaskan bahwa perhitungan konsumsi harian menjadi dasar dalam menyusun strategi pengelolaan stok beras.
"Kita tidak hanya melihat jumlah stok semata, tapi juga mengacu pada angka konsumsi per kapita untuk memastikan pasokan beras dapat mencukupi kebutuhan masyarakat," ujarnya, Rabu, 28 Januari 2026.
Selain stok yang telah disiapkan, pihaknya juga memiliki mekanisme pengisian ulang stok secara berkala dari gudang pusat atau daerah penghasil beras lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan beras tetap stabil meskipun terjadi lonjakan permintaan yang lebih tinggi dari perkiraan.
"Kondisi aktivitas jual beli yang mulai meningkat di pasar-pasar Kota Palangka Raya dan seluruh Kalteng juga diimbangi dengan pengawasan terhadap laju konsumsi beras," bebernya.
Ia meminta pemerintah daerah dan dinas terkait bekerja sama untuk memastikan bahwa distribusi beras berjalan lancar ke semua wilayah, termasuk daerah terpencil.
Angka konsumsi harian 560 ton juga katanya menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk melakukan pemantauan harga secara ketat.
"Dengan memahami volume kebutuhan harian, pihaknya dapat lebih cepat mendeteksi adanya indikasi kelangkaan atau praktik yang tidak wajar di pasaran, sehingga dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat," pungkasnya.(MARINI/R)









