PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya Sumadi menyampaikan bahwa komoditas bawang merah dan bawang putih di kota ini hingga saat ini menghadapi tantangan terkait kondisi cuaca dan proses distribusi. 

Kedua komoditas yang menjadi bumbu pokok masyarakat ini perlu mendapatkan perhatian khusus menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sumadi menjelaskan tantangan cuaca yang tidak menentu di beberapa daerah penghasil bawang telah berdampak pada produktivitas dan kualitas hasil panen.

"Kondisi hujan yang berlebihan atau musim kemarau yang ekstrem dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman bawang," katanya, Rabu, 28 Januari 2026.

Selain masalah cuaca, proses distribusi juga menjadi salah satu kendala utama. Jarak yang cukup jauh dari daerah penghasil bawang seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa wilayah di Kalimantan lainnya.

Selain itu, kondisi infrastruktur jalan di beberapa ruas juga dapat memengaruhi kecepatan dan keamanan pengiriman barang.

"Kita menyadari bahwa bawang merupakan komoditas yang sangat penting bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan di mana kebutuhan akan bumbu dapur meningkat," ujar Sumadi. 

Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengatasi tantangan yang ada. Menurutnya, ada langkah yang perlu diupayakan antara lain memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil bawang, meningkatkan efisiensi sistem distribusi, serta melakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap kondisi pasar.

Sumadi berharap bahwa dengan adanya perhatian dan upaya bersama dari semua pihak, tantangan yang dihadapi dapat diatasi dengan baik. Hal ini bertujuan agar ketersediaan, harga, dan kualitas bawang merah serta bawang putih tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Palangka Raya. (MARINI/R)