BORNEONEWS, Sampit – Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditargetkan rampung pada 30 Juni 2026. Proyek strategis yang berlokasi di kawasan Wengga Metropolitan tersebut saat ini dilaporkan berjalan sesuai rencana.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotim, Hawianan, mengatakan pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah dimulai sejak pertengahan November 2025, diawali dengan kegiatan land clearing. Berdasarkan laporan terbaru yang diterima pihaknya, progres pekerjaan dinilai positif.
“Pembangunan fisiknya dimulai pertengahan November 2025. Laporan terakhir yang kami terima, progresnya on the track, artinya antara perencanaan dan realisasi sejauh ini berjalan baik. Targetnya 30 Juni 2026 selesai, semoga bisa tercapai,” ujar Hawianan, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kotim siap memfasilitasi apabila muncul kendala selama proses pembangunan. Meski seluruh anggaran proyek berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan penuh di lapangan.
“Kalau ada kendala, misalnya terkait akses jalan, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pemeliharaan jalan. Itu bentuk dukungan kami, setiap kendala akan kita fasilitasi,” imbuhnya.
Hawianan mengapresiasi sinergi dan kolaborasi lintas perangkat daerah yang terbangun dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, seluruh dinas dan instansi terkait menunjukkan komitmen yang sama agar proyek tersebut berjalan lancar.
“Alhamdulillah sampai hari ini semua dinas dan instansi mendukung. Sinergi antar dinas berjalan baik, mulai dari Dinas SDABMBKPRKP, BKPSDM, Dinas Pendidikan, dan semuanya difasilitasi oleh Dinas Sosial,” katanya.
Adapun total anggaran pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah mencapai sekitar Rp900 miliar yang dialokasikan dari APBN untuk empat kabupaten. Khusus Kabupaten Kotawaringin Timur, anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat mencapai sekitar Rp200 miliar.
Sekolah Rakyat di Kotim sendiri telah berjalan sejak September 2025 untuk jenjang SD dan SMA yang sementara ini dipusatkan di Islamic Center Sampit sambil menunggu bangunan permanen selesai dibangun. (DEWI PATMALASARI/y)









