BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini masih kekurangan tenaga medis, khususnya dokter yang bertugas di 18 puskesmas rawat jalan dan inap, serta 76 puskesmas pembantu (pustu).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar melalui Kasubag Kepegawaian, Samsidar mengatakan, kekurangan tenaga medis, khususnya dokter, di Kobar disebabkan oleh ada beberapa puskesmas baru.
"Yang dulunya berstatus pustu meningkat menjadi puskesmas karena jumlah pengunjung yang terus meningkat di beberapa daerah," terang Samsidar. Selasa (13/12/2016).
Dengan peningkatan status, sebut Samsidar, kualitasnya pun harus ditingkatkan. Akibatnya, pihaknya kekurangan dokter untuk mengisi puskesmas yang sedang dalam tahap merintis itu. Ia mengaku mengatasi kekurangan secara bertahap.
Di Kabupaten Kobar hanya ada dokter PNS berjumlah 19 orang, PTT empat orang dan kontrak daerah lima orang. Kebutuhan idealnya, menggunakan rasio nasional, di Kabupaten Kobar aspek distribusi jarak seperti di Sambi, Ipuh Bangun Jaya yang berada di Kecamatan Kolam harus memiliki dokter sendiri.
Ia mengakui, kebutuhan dokter di Kabupaten Kobar memang mendesak.
"Solusinya kami tetap mengangkat tenaga kontrak daerah selama satu tahun. Untuk jumlah ideal kebutuhan dokter di Kobar, ada perhitungannya dengan rasio nasional. Salah satu indikatornya dapat dilihat dengan jumlah penduduk di Kobar," ujarnya.
Selain itu, untuk penyebaran tenaga medis, pihaknya semaksimal mungkin berkoordinasi dengan puskesmas melalui kepala Dinas Kesehatan, juga berkoordinasi dengan kepala desa. Untuk permintaan pemindahan, khususnya bidan, sudah banyak yang mengantre untuk minta pemindahan tempat kerja.
Pertimbangan dari pemerintah seperti masa kerja selama tujuh tahun bisa mengajukan pindah tempat kerja. Namun perlu diketahui, pihaknya juga perlu menimbang penggantinya, takutnya terjadi kekosongan.
"Banyak yang sudah mengajukan, hanya saja bagaimana kami juga harus mempertimbangkan akibatnya, seperti terjadi kekosongan, misalnya di satu desa yang hanya ada satu bidan," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/m)








