BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setengah tangki Crued Palm Oil (CPO) kapasitas 9 kiloliter (KL) di dalam salah satu tangki kendaraan milik CV Lima Adil Makmur (LAM), salah satu kontraktor angkutan CPO, diketahui hilang.

Kasus penggelapan CPO ini merupakan kasus penggelapan CPO kedua yang terungkap selama tiga bulan terakhir.

Sukamto, pemilik CV LAM, mengaku hilangnya setengah tangki CPO ini diketahui, Selasa (13/12/2016) pagi. Namun penggelapan CPO itu diduga terjadi Jumat (9/12/2016). Hal tersebut sesuai informasi dari warga yang melaporkan keberadaan kendaraan angkut CPO yang digelapkan. Kendaraan itu disembunyikan oleh si supir di salah satu lokasi pabrik industri material di daerah Simpang Runtu.

CPO itu, lanjutnya Sukamto, merupakan CPO yang diangkut dari pabrik kelapa sawit (PKS) PT Hamparan Hibrida Kalbar (HHK) yang seharusnya diantarkan ke balking milik PT Sinarmas di Pelabuhan Kalaf, Bumi Harjo Kumai. CPO tersebut sesuai jadwal diantarkan ke balking PT Sinarmas pada Jumat (9/12/2016). Namun hingga Senin (12/12/2016), kendaraan yang dimaksud tidak juga terlihat kembali dan sang sopir juga tidak melaporkan aktivitas angkutannya.

"Baru tahu bahwa rupanya kendaraan itu disembunyikan supir di di Simpang Runtu. Kita tahunya saat ada security penjaga pabrik material, di Jalan Ahmad Yani, yang melaporkan keberadaan kendaraan saya. Security itu heran kok dari Jumat, kendaraan itu ditinggal di tempat itu. Saat diperiksa rupanya di dalam tangki kendaraan itu CPO-nya sudah hilang setengah," kata Sukamto, Selasa (13/12/2016).

Sukamto menjelaskan, tangki kendaraannya tersebut berkapasitas kurang lebih 9 KL. Artinya jumlah CPO yang digelapkan atau hilang di tangki kendaraannya kurang lebih sebanyak 4,5 KL. Sukamto mengaku resah, akibat hilangnya CPO tersebut, ia memperkirakan harus menyiapkan dana sekitar Rp45 juta untuk menggantikan setengah tangki CPO yang hilang tersebut. Kasus dugaan CPO tersebut diakuinya sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Lada, Selasa (13/12/2016).

"Saya benar-benar berharap kasus dugaan penggelapan CPO ini ditangani secara serius. Belum lama ini satu tangki CPO milik PT SAP (Sinar Alam Permai) juga hilang. Kalau ada yang digelapkan, maka tentunya ada yang menadahnya. Jadi kasus CPO digelapkan ini jangan dianggap remeh. Karena bisa jadi ini sepertinya ada jaringannya sendiri," katanya. (RADEN ARYO/m)