PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto dalam peresmian Kantor Cabang Probesco, Kamis, 29 Januari 2026 mengatakan keberadaan perusahaan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wabup menyampaikan bahwa mengelola pemerintahan di Kobar bukanlah hal mudah karena luas wilayah dan kondisi geografis. Meski demikian, capaian pembangunan daerah menunjukkan tren positif.

“Indeks Pembangunan Manusia kita alhamdulillah semakin baik. Untuk Kalimantan Tengah, Kabupaten Kobar menempati peringkat kedua setelah Kota Palangka Raya. Artinya sumber daya manusia kita cukup,” kata Wabup.

Dari sisi makroekonomi, menurut Wabup, pertumbuhan ekonomi Kobar saat ini berada di angka 4,49 persen dan terus menunjukkan perkembangan.

“Secara nasional target pertumbuhan ekonomi di tahun 2030 sebesar delapan persen. Insya Allah kita akan berkejaran ke arah itu,” jelas Wabup.

Wabup menegaskan, pemerintah daerah terus membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi dengan kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Dalam konteks perizinan berusaha, kita sudah menggunakan pendekatan OSS, sehingga ada kemudahan-kemudahan investasi,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa wilayah barat Kalimantan Tengah, termasuk Kobar, telah ditetapkan sebagai wilayah pengembangan oleh pemerintah provinsi. Ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah pusat terkait ketahanan pangan yang membuka peluang besar melalui program cetak sawah.

Selain sektor pertanian, Suyanto menyoroti potensi besar dari sektor kehutanan, pertambangan, konstruksi, hingga keberadaan smelter di wilayah Kobar dan sekitarnya.

“Di Kobar dan Lamandau ada smelter dan tambang. Smelter berada di Pangkalan Bun, sementara bahan bakunya di Sukamara. Ini menunjukkan peluang usaha yang semakin besar,” jelas Wabup.

Menurut Wabup, kondisi tersebut membuat kebutuhan alat berat di Kobar dan wilayah sekitarnya sangat tinggi.

“Pertumbuhan ekonomi kita masih ditentukan oleh sektor pertanian, kehutanan, pertambangan, dan konstruksi. Artinya, kebutuhan heavy equipment masih luar biasa,” tegas Suyanto.

Ia menilai kehadiran pelaku usaha alat berat dengan komitmen layanan purna jual menjadi faktor penting bagi kelancaran dunia usaha.

“Nilai pentingnya adalah komitmen after-sales. Mulai dari pembelian, pengadaan, hingga purna jual ditangani. Ini jarang dan menjadi bagian penting bagi masyarakat serta dunia usaha,” jelas Wabup. (WAHYU KRIDA/H)