BORNEONEWS – Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan menyebut total ada 7 orang yang dirawat dengan perkembangan kasus DBD yang terus dipantau.
"Total yang dirawat ada tujuh orang, tiga orang sudah pulang, satu orang kemarin dinyatakan positif DBD, dan empat orang lainnya masih menjalani perawatan," sebut Riduan, Kamis, 29 Januari 2026.
Pemeriksaan dan penanganan medis terhadap setiap pasien dilakukan sesuai dengan standar prosedur kesehatan untuk memastikan kesembuhan dan mencegah komplikasi.
Selain memberikan perawatan medis kepada pasien, Dinkes melalui Puskesmas Bukit Hindu juga langsung mengambil langkah pencegahan dengan mengedukasi masyarakat sekitar kawasan yang terdampak.
Selain itu juga telah melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi untuk mengetahui penyebab dan faktor risiko penyebaran penyakit tersebut.
"Setelah memberikan edukasi dan pemeriksaan epidemiologi, pengasapan atau fogging juga kami lakukan sebagai langkah pengendalian vektor guna menekan potensi penyebaran penyakit di lingkungan tersebut," terangnya.
Fogging dilakukan katanya untuk membunuh nyamuk dewasa Aedes Aegypti yang berpotensi menjadi pembawa virus DBD.
Riduan mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pencegahan lebih awal. Pencegahan yang dilakukan secara mandiri dan kolektif menjadi kunci utama untuk mengendalikan penyebaran DBD di seluruh wilayah kota.
"Kita harus menerapkan pola hidup bersih. Termasuk aktif melakukan pemeriksaan jentik dengan penerapan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," imbuhnya. (MARINI/R)









