BORNEONEWS, Palangka Raya – Peningkatan kapasitas perangkat daerah dalam menyusun perencanaan dan penganggaran menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek), seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diberikan pembekalan sebagai upaya memperkuat sinkronisasi antara dokumen perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Sekda Arbert Tombak menjelaskan perencanaan dan penganggaran merupakan dua instrumen krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Menurutnya, keterpaduan keduanya tidak sekadar memenuhi aspek administratif, tetapi menjadi jaminan agar setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan mampu memberikan dampak nyata bagi pencapaian target pembangunan daerah.
"Penyelenggaraan pemerintahan daerah erat kaitannya dengan sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana anggaran benar-benar berdampak pada pembangunan," ujar Arbert, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, evaluasi dalam perencanaan dan penganggaran sangat penting agar seluruh perangkat daerah memiliki kemampuan dan persepsi yang sama dalam menyelaraskan visi strategis ke dalam alokasi anggaran.
"Hal ini bertujuan agar pembangunan yang dilaksanakan tetap berada pada koridor yang tepat, efisien, dan berorientasi pada rasio atau hasil yang terukur," jelasnya.
Melalui Bimtek inii Arbert berharap kapasitas perangkat daerah, khususnya dalam sistem perencanaan, dapat semakin matang. Hal ini juga berkaitan dengan akuntabilitas belanja daerah.
Dia menekankan pentingnya pertanggungjawaban belanja yang sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), sekaligus menjaga capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
"Dalam mempertanggungjawabkan belanja sesuai DPA-nya bisa lebih baik dan kita tetap bisa mempertahankan WTP," tegas Arbert.
Untuk mendukung kualitas pelaksanaan Bimtek, Pemko Palangka Raya menghadirkan narasumber berkompeten dari lembaga pengawasan negara.
"Makanya para narasumber juga istimewa, kita ambil dari BPK RI dan senior-senior di BPKP. Harapannya ilmu yang diberikan bisa dibagikan dan diterapkan dalam pelaksanaan penganggaran ke depan," tutupnya. (PATHUR/R)









