BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) secara resmi meluncurkan program Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) sebuah inovasi sederhana yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui pemeliharaan ikan konsumsi secara mandiri.
"Budidaya ikan dalam ember tujuannya adalah ketahanan pangan keluarga. Warga diharapkan setiap rumah tangga memiliki kegiatan memelihara ikan dalam ember untuk konsumsi keluarga, " kata Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, Kamis, 29 Januari 2026.
Launching tersebut dilakukan di jalan Kantor Dinas Perikanan di Jalan Jenderal Sudirman Sampit. Program Budikdamber ini dirancang sebagai solusi praktis dan hemat lahan.
Budaya ikan dapat dilakukan hanya dalam ember. Sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat di berbagai jenis permukiman, terutama di wilayah padat penduduk yang memiliki keterbatasan lahan budidaya.
“Melalui Budikdamber, kita ingin mendorong masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan protein ikan secara mandiri, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga," ungkapnya.
Hal ini pun salah satu upaya pihaknya dalam memenuhi gizi masyarakat. Pasalnya daging ikan sendiri memiliki banyak manfaat bagi tubuh seperti sumber protein berkualitas tinggi.
Protein dalam ikan mudah dicerna tubuh dan diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan, serta mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Kemudian mengandung asam lemak omega-3, khususnya EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid), yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, mengurangi risiko penyakit pembuluh darah, serta mendukung perkembangan dan fungsi otak.
Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor perikanan konsumsi yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat Kotim.
"Kami berharap dengan budikdamber dapat tercipta peningkatan kualitas dan kuantitas konsumsi protein hewani berbasis ikan yang penting untuk kesehatan keluarga, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan, " harapnya. (DEVIANA/R)









