PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, total keseluruhan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kota mencapai 215 kasus. 

Angka ini mencerminkan kondisi penularan penyakit yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pihak terkait guna pencegahan lebih lanjut.

Oktober 2025 menjadi periode dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu sebanyak 34 kasus. Puncak ini menunjukkan bahwa pada periode tersebut terdapat faktor-faktor yang mendukung perkembangan dan penularan nyamuk pembawa virus DBD di lingkungan masyarakat.

Kepala Dinkes Palangka Raya, Riduan, menyatakan bahwa kasus DBD cukup banyak berasal dari daerah Menteng, Bukit Tunggal, dan Bukit Hindu.

Daerah perkotaan pusat umumnya memiliki jumlah kasus yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain di kota.

Pola peningkatan kasus DBD di Palangka Raya umumnya dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama pada masa peralihan musim. Perubahan kondisi cuaca yang tidak teratur menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi pada meningkatnya aktivitas nyamuk dan penularan penyakit.

“Biasanya DBD itu terjadi saat pancaroba, antara musim kemarau ke musim hujan, dengan kondisi panas, hujan, panas, hujan, yang mendukung perkembangan nyamuk,” jelas Riduan, Kamis, 29 Januari 2026.

Kondisi tersebut katanya menciptakan lingkungan yang sesuai untuk berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD.

Pihaknya dari Dinkes Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan DBD, seperti membersihkan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan. 

"Upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menekan jumlah kasus di masa mendatang," harapnya. (MARINI/R)