BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi gedung sekolah di Desa Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan, yang mengalami kerusakan parah dan dinilai mengganggu proses belajar mengajar.
Sorotan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi A DPRD Kobar Fraksi PDIP Yayang Desyarini, setelah melakukan kunjungan langsung ke SMP Negeri 3 Kumpai Batu Atas dan RA Al Hikmah, menyusul laporan dari pihak sekolah.
Dalam peninjauan di SMP Negeri 3 Kumpai Batu Atas, legislator Kobar menemukan dua ruang kelas dengan kondisi atap bocor dan plafon rusak. Kerusakan tersebut, menurut keterangan pihak sekolah, telah berlangsung lama.
Sekolah tersebut, merupakan bangunan sejak tahun 1990 an. Sehingga perlu mendapat rehabilitasi.
“Dua ruang kelas di sini atapnya bocor parah, plafonnya sudah rusak. Kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi saat musim hujan. Anak-anak terganggu saat belajar,” ujarnya, Kamis, 29 Januari 2026.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa proses pengajuan perbaikan telah dilakukan berulang kali kepada pemerintah daerah. Namun hingga saat ini belum ada realisasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Mereka menyampaikan, pengajuan sudah beberapa kali disampaikan, tapi belum ada tindak lanjut. Harapan mereka ada perhatian dan bantuan agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan layak,” tuturnya.
Selain ruang kelas, terdapat pula bangunan yang diperuntukkan sebagai Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di lingkungan SMP Negeri 3 Desa Kumpai Batu Atas.
Meski telah memiliki atap dan dinding, bangunan tersebut belum dilengkapi plafon dan lantai sehingga belum dapat digunakan dan terkesan mangkrak.
“Bangunan UKS ini belum 100 persen sempurna. Atap dan dinding ada, tapi plafon dan lantainya belum, sehingga sampai sekarang tidak bisa dipakai,” jelasnya.
Usai meninjau SMP Negeri 3 Desa Kumpai Batu Atas, rombongan DPRD Kobar melanjutkan kunjungan ke RA Al Hikmah yang berada di wilayah yang sama.
Di sekolah tersebut, ditemukan keterbatasan ruang kelas. Dari kebutuhan tiga ruang belajar, baru tersedia dua kelas yang dibangun. Tambahan satu kelas sudah dibangun secara swadaya namun belum maksimal.
“Kondisinya kurang lebih sama. Mereka sudah swadaya, tapi baru dinding dan atap. Belum diaci dan lantainya belum. Sehingga murid berdesakan,” ungkap anggota dewan.
Menurutnya, keterbatasan sarana prasarana pendidikan di Desa Kumpai Batu Atas harus segera mendapat perhatian pemerintah daerah, agar tidak berdampak pada kualitas pembelajaran dan keselamatan peserta didik.
“Kami sedang mengupayakan mencari jalan keluar dan solusi tercepat, sehingga aktivitas belajar mengajar bisa lebih baik dan anak-anak merasa aman serta nyaman di sekolah,” tegasnya.
DPRD Kobar mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk melakukan pendataan dan mengusulkan perbaikan melalui skema anggaran yang tersedia, baik dalam perubahan APBD maupun perencanaan tahun anggaran berikutnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi rehabilitasi gedung sekolah dan penyempurnaan fasilitas pendidikan di Desa Kumpai Batu Atas, sehingga proses pendidikan dapat berjalan sesuai standar yang layak dan aman bagi siswa serta tenaga pendidik. (DANANG/j)
DPRD Kobar Soroti Kerusakan Gedung Sekolah Kumpai Batu Atas
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
DKUKMPP Kotim Ajak Masyarakat Dukung Pasar Rakyat, Belanja Lokal Gerakkan Ekonomi Daerah
Arsenal Samai Poin Man City setelah Tekuk Everton 2-0
Komentar (0)
Memuat komentar…







