KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyatakan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat hingga saat ini masih tergolong rendah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran S Padingan mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan yang masih terjadi secara berkala di sejumlah wilayah.

“Berdasarkan kondisi cuaca saat ini, hingga awal Februari Kabupaten Kapuas masih relatif aman dari ancaman karhutla,” ujarnya di Kuala Kapuas, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Kapuas hingga 20 Februari 2026 masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Meski durasi hujan tidak berlangsung lama, namun dinilai cukup efektif menjaga kelembapan lahan, khususnya di daerah-daerah yang rawan kebakaran.

“Cuaca panas pada siang hari memang masih dirasakan. Namun kelembapan tanah yang terjaga akibat hujan mampu menekan risiko lahan mudah terbakar,” katanya.

Hal tersebut juga diperkuat hasil pemantauan BMKG yang menunjukkan bahwa hingga 3 Februari 2026, tingkat kemudahan lahan terbakar di Kabupaten Kapuas masih berada pada kategori tidak mudah terbakar dan relatif aman.

Kendati demikian, BPBD Kabupaten Kapuas tetap melakukan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Upaya tersebut meliputi pemantauan kondisi cuaca, pengecekan peralatan penanggulangan karhutla, serta penguatan koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Pencegahan sejak dini menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko karhutla, terutama saat cuaca panas terjadi pada waktu-waktu tertentu,” tegas Pangeran.

Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, ia berharap Kabupaten Kapuas dapat terus terhindar dari bencana kebakaran hutan dan lahan.