BORNEONEWS, Sampit – Lion Air Group segera kembali mengoperasikan penerbangan menuju Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Pada tahap awal, maskapai Wings Air akan melayani rute Palangka Raya–Sampit dan Sampit–Surabaya menggunakan pesawat ATR 72.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan proses finalisasi perizinan dan berharap penerbangan tersebut dapat segera dirilis dalam waktu dekat.
"Yang dijadwalkan dalam waktu dekat itu Palangka Raya–Sampit dan Sampit–Surabaya. Kemudian secara bertahap nanti kami sama-sama mengembangkan rute lainnya," kata Danang, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menargetkan pengumuman resmi atau release penerbangan dapat dilakukan pada Februari 2026, sehingga masyarakat Kotawaringin Timur dan sekitarnya kembali memiliki akses transportasi udara yang lebih mudah dan terkoneksi dengan jaringan penerbangan Lion Air Group.
Danang menjelaskan, pada tahap awal rute Sampit–Surabaya akan dilayani menggunakan pesawat ATR 72 sebagai penghubung. Namun ke depan, Lion Air Group juga telah menyiapkan pesawat Airbus A320 yang direncanakan akan dioperasikan oleh Super Air Jet, menyesuaikan dengan perkembangan pasar dan kebutuhan penumpang.
Lion Air Group menargetkan Bandara H Asan Sampit menjadi salah satu hub strategis penerbangan, khususnya di Kalimantan Tengah. Selain rute Palangka Raya–Sampit dan Sampit–Surabaya, Lion Air Group juga mengkaji sejumlah rute intra Kalimantan Tengah dan regional, seperti Muara Teweh-Palangka Raya-Sampit, Palangka Raya-Sampit-Pangkalan Bun dan Palangka Raya-Sampit-Banjarmasin. Dengan pengembangan tersebut, Kotim diharapkan berperan sebagai kota penghubung (connecting city) yang strategis.
Melalui rute Sampit–Surabaya, Lion Air Group menargetkan masyarakat Kotim dapat terhubung ke lebih dari 15 kota tujuan, antara lain Bali, Labuan Bajo, Kupang, Kendari, Palu, Jakarta, Banyuwangi, hingga Jeddah melalui penerbangan lanjutan.
"Kami berharap konektivitas ini juga dapat mendukung perjalanan ibadah umrah. Walaupun belum ada penerbangan langsung ke Jeddah, rute Sampit–Surabaya akan menjadi opsi yang saling terkoneksi," ujar Danang.
Pengoperasian kembali penerbangan ini diharapkan dapat memudahkan mobilisasi masyarakat untuk perjalanan bisnis, dinas, maupun pribadi, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, logistik, dan distribusi komoditas unggulan di Kotim.
Secara historis, Sampit memiliki jaringan penerbangan yang cukup luas sebelum pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Lion Air Group mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama mempromosikan potensi Kotim agar pengembangan rute penerbangan dapat berjalan berkelanjutan.
"Untuk itu kami mengajak bersama-sama pemerintah daerah dan masyarakat untuk membantu mempopulerkan Sampit atau Kotim karena kami keterbatasan mengetahui secara spesifik potensi yang ada di sini dari sisi bisnis, cargo atau logistik, pariwisata dan lain sebagainya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









