BORNEONEWS, Sampit – Lion Air Group bertekad mengembalikan kejayaan penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19 pada 2020. Upaya tersebut dimulai dengan pembukaan kembali sejumlah rute strategis yang menghubungkan Sampit dengan kota-kota penting di Kalimantan dan Jawa.
"Jadi Lion Air Group di tahap awal melalui Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 berupaya untuk mengembalikan kejayaan penerbangan melalui Bandara H Asan Sampit," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, Kamis, 29 Januari 2026.
Danang menjelaskan, secara historis Bandara H Asan Sampit memiliki peran strategis sebagai penghubung penerbangan di Kalimantan Tengah. Sebelum pandemi Covid-19, Wings Air dengan pesawat ATR pernah melayani rute dari Sampit menuju Palangka Raya, Pangkalan Bun, Semarang, dan Surabaya.
"Kami melihat sebelum Covid-19, konektivitas penerbangan Sampit sangat luas. Karena itu, Lion Air Group ingin kembali berkontribusi terhadap pengembangan wilayah Kotim dan sekitarnya agar dapat tumbuh bersama," ujarnya.
Menurut Danang, pengaktifan kembali penerbangan ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Pertama, memudahkan mobilitas masyarakat dari dan menuju Kotim dan daerah sekitarnya. Kedua, mendukung perjalanan bisnis dan dinas. Ketiga, mendorong perkembangan sektor pariwisata di Kalimantan Tengah melalui Kotim.
Selain itu, keberadaan penerbangan juga diharapkan dapat mempercepat distribusi komoditas unggulan daerah serta mengakomodasi kebutuhan perjalanan ibadah umrah. Meski belum ada penerbangan langsung ke Jeddah, rute Sampit–Surabaya akan dikoneksikan dengan penerbangan lanjutan menuju Tanah Suci.
"Masyarakat Kotim yang ingin umrah nantinya bisa memiliki opsi perjalanan yang lebih mudah melalui Surabaya," tambahnya.
Pada tahap awal, Lion Air Group akan membuka rute Palangka Raya–Sampit dan Sampit–Surabaya. Kedua rute tersebut dijadwalkan beroperasi dalam waktu dekat dan ditargetkan rilis pada Februari 2026, menggunakan pesawat Wings Air ATR 72 berkapasitas 72 penumpang kelas ekonomi.
Selain itu, Lion Air Group juga mengkaji pengembangan rute intra Kalimantan Tengah seperti Muara Teweh–Palangka Raya–Sampit, Palangka Raya–Sampit–Pangkalan Bun, serta Palangka Raya–Sampit–Banjarmasin, sehingga Sampit diharapkan menjadi kota penghubung (hub) yang strategis.
Ke depan, Lion Air Group juga menyiapkan maskapai Super Air Jet dengan pesawat Airbus A320 untuk melayani rute jarak menengah dan kota-kota besar, seperti Sampit–Surabaya.
"Rencananya Sampit akan kami hubungkan ke lebih dari 15 kota tujuan melalui Surabaya, seperti Bali, Labuan Bajo, Kupang, Kendari, Palu, Jakarta, Banyuwangi, hingga Jeddah," ucapnya.
Dalam pengembangan rute tersebut, Lion Air Group menekankan pentingnya ketepatan waktu dan konektivitas penerbangan lanjutan. Hal ini dilakukan agar penumpang dari Sampit dapat terhubung ke berbagai kota dengan nyaman.
"Kami mendesain rute dengan memperhatikan ketepatan waktu dan penerbangan lanjutan. Memang ada faktor keterlambatan seperti cuaca dan teknis, namun kami terus berupaya meminimalkan hal tersebut," katanya.
Danang berharap, dengan semakin ramainya aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit, manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, pelaku usaha, dan dunia pariwisata di Kotim.
"Untuk itu kami mengajak bersama-sama pemerintah daerah dan masyarakat untuk membantu mempopulerkan Sampit atau Kotim karena kami keterbatasan mengetahui secara spesifik potensi yang ada di sini dari sisi bisnis, cargo atau logistik, pariwisata dan lain sebagainya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









