PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Putra Malaysia atau UPM menyelenggarakan ujian lisan (viva voce) bagi mahasiswa program doktor (S3), Nur Faziera binti Yaakub, pada 27 Januari 2026. Ujian ini menguji disertasi berjudul “Spatiotemporal Modelling of Land Use and Land Cover (LULC) Change with a Developed Urban Ecosystem Services Index (UESI) for Sustainable Development”.

Dalam ujian akademik tersebut, Prof Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara, Indonesia, dipercaya sebagai external examiner. Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan institusi pendidikan tinggi internasional terhadap kapasitas akademisi Indonesia dalam menjaga mutu penilaian riset doktoral.

Prof Rahmawaty menyampaikan bahwa ujian viva voce merupakan tahapan krusial untuk menilai kualitas riset mahasiswa.

“Ujian lisan ini tidak hanya menguji penguasaan teori dan metodologi, tetapi juga kemampuan kandidat doktor dalam mempertahankan kebaruan serta kontribusi ilmiahnya,” kata Prof Rahmawaty pada Jumat, 30 Januari 2026.

Ujian lisan Nur Faziera binti Yaakub dilaksanakan di bawah bimbingan Main Supervisor Prof. Gs. Ts. Dr. Mohd Hasmadi Ismail, dengan Co-supervisor Gs. Dr. Azita Ahmad Zawawi. Kandidat doktor memaparkan temuan risetnya di hadapan dewan penguji secara komprehensif.

Struktur kepengujian dipimpin oleh Chairperson Prof. Latifah Abd Manaf, didampingi Assistant Chairperson Dr. Siti Nurfaeiza Abdul Razak. Selain Prof Rahmawaty sebagai penguji eksternal, dua penguji internal turut terlibat, yakni Associate Professor Dr. Mohammad Firuz Ramli dan Associate Professor Dr. Mohamad Azani Alias.

Menurut Prof Rahmawaty, keterlibatan penguji lintas negara menjadi bagian penting dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi.

"Kolaborasi akademik internasional ini saya rasa akan mampu memperkuat kualitas riset dan relevansinya bagi pembangunan berkelanjutan," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/H)