BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Pengunduran diri tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi Pasar Modal Indonesia yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Manajemen BEI selanjutnya akan menjalankan seluruh prosedur yang telah diatur dalam dokumen tata kelola perusahaan serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Proses transisi kepemimpinan dipastikan dilakukan sesuai mekanisme internal guna menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, menegaskan bahwa pengunduran diri Direktur Utama tidak berdampak pada operasional bursa maupun aktivitas perdagangan efek di daerah.
“Secara kelembagaan, BEI memiliki sistem dan tata kelola yang kuat. Operasional bursa, termasuk layanan kepada investor di Kalimantan Tengah, tetap berjalan normal dan aman,” kata Cahyo kepada Borneonews.
Ia juga mengimbau investor agar tetap tenang dan rasional dalam menyikapi dinamika yang terjadi di tingkat nasional. Menurutnya, pasar modal memiliki mekanisme pengawasan dan mitigasi risiko yang terus berjalan, baik dari internal BEI maupun otoritas terkait.
“Kami mengajak investor untuk tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang serta memanfaatkan informasi yang kredibel. BEI Kalteng terus berkomitmen memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.
BEI sendiri menyatakan akan memastikan seluruh proses pergantian pimpinan berlangsung transparan dan akuntabel, sejalan dengan prinsip good corporate governance, demi menjaga kepercayaan publik terhadap Pasar Modal Indonesia.
Pengunduran diri ini merupakan buntut dari IHSG yang anjlok selama dua terakhir hingga menyebabkan penghentian perdagangan sementara (trading halt). Pada Rabu, 28 Januari 2036 sore, IHSG ditutup di level 8.320, terperosok 659,67 poin atau minus 7,35 persen dari perdagangan sebelumnya. Kemudian, indeks ditutup di level 8.232 pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026 sore. Indeks saham merosot 88,35 poin atau minus 1,06 persen dari perdagangan sebelumnya, setelah sempat tertekan ke level 7.481 siang harinya. Jumat pagi ini, IHSG dibuka hijau di level 8.308. Selang 5 menit, indeks menanjak 1,62 persen atau 133 poin ke level 8.365. (TESTI PRISCILLA/H)









