SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Sejumlah fasilitas publik yang dibangun Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam mempercantik wajah kota, kini tak lagi berfungsi optimal akibat ulah tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Salah satunya adalah huruf akrilik bercahaya yang sebelumnya terpasang rapi mengelilingi Bundaran I Jalan Ahmad Yani, Kuala Pembuang.

Ikon kota yang dulunya tampil indah dengan lampu menyala pada malam hari, kini hampir tak tersisa. Sebagian besar huruf telah rusak, hilang, bahkan tidak lagi berfungsi.

Padahal, keberadaan tulisan akrilik tersebut sempat menjadi daya tarik visual kota. Saat malam hari, bundaran ini kerap menjadi lokasi favorit warga untuk singgah hingga berswafoto.

“Sebelumnya bundaran ini sangat menarik dengan tulisan akrilik yang menyala di malam hari. Banyak warga singgah untuk mengabadikannya atau sekadar berswafoto,” ungkap Yuni warga Kuala Pembuang.

Kondisi memprihatinkan ini turut disayangkan oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Seruyan, Wahyudi Hakim. Ia menegaskan bahwa penataan dan penambahan fasilitas di kawasan bundaran tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah dalam mempercantik wajah kota Kuala Pembuang.

“Sebenarnya dengan adanya penataan dan penambahan fasilitas di bundaran ini, tujuannya jelas untuk mempercantik wajah kota. Namun ulah orang yang tidak bertanggung jawab ini sangat kita sayangkan,” ujarnya, Jumat, 30 Januari 2026.

Wahyudi berharap, ke depan masyarakat dapat bersama-sama menjaga, merawat, dan melindungi fasilitas publik yang telah dibangun oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, keberhasilan penataan kota tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat dalam merawatnya.

“Kami berharap ada kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas yang ada, agar wajah Kuala Pembuang sebagai Ibu Kota Kabupaten Seruyan bisa tampil lebih indah, tertata, dan nyaman,” pungkasnya. (FAHRUL/H)