BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 113 anak mengikuti khitanan massal di Rumah Sakit (RS) TNI-AD, Jalan Diponegoro, Palangka Raya, Rabu (14/12/2016). Khitanan tersebut digelar dalam rangka Hari Juang Kartika yang ke-71.
Danrem 102 Panju-panjung Kolonel Arm M Naudi Nurdika mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat.
"Ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Juang Kartika. Tahun ini kita laksanakan bakti sosial, salah satunya khitanan massal," ucap Nurdika kepada wartawan usai memantau langsung pelaksanaan khitanan massal tersebut.
Dia menuturkan, khitanan kali ini merupakan kelima kalinya digelar selama 2016. Dia berharap, kedepan akan terus berkelanjutan. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan rencana digelarnya operasi katarak dan bibir sumbing.
Digelarnya kegiatan khitanan massal itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Adalah Misran (53 tahun) dan Bayang (50) warga Jalan Pantai Cemara Labat II, Pahandut Seberang. Pasangan suami istri ini mengaku sangat terbantu karena anak bungsu dari tiga bersaudara, Arfandi (10) bisa dikhitan tanpa mengeluarkan biaya.
"Sangat membantu sekali. Khususnya bagi orang yang tidak mampu. Kalau disunat sendiri biasa mengeluarkan biaya Rp 500 ribu," ucap ibu Arfandi, Bayang kepada Borneonews.
Dia menuturkan, kabar khitanan massal itu diperoleh dari keluarganya yang sudah pensiun sebagai anggota TNI. Kemudian dia bersama suaminya langsung mendaftarkan anaknya. Dengan mengikuti khitanan massal, biaya dapat dialihkan untuk keperluan kuliah dua anaknya.
Sementara itu, pantauan Borneonews, jeritan tangis anak menggema di ruangan tempat khitanan massal berlangsung. Tidak sedikit diantaranya yang terlihat ketakutan. Namun demikian, khitanan dapat digelar dengan lancar meskipun harus didampingi dan disupport oleh masing-masing orang tua. (BUDI YULIANTO/m)








