BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Relatif membaiknya kondisi cuaca pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu, membuat upaya pemulihan produktivitas perkebunan sawit di Tanah Air diprediksi berjalan mulus.
"Melihat dari harga dan cuaca yang cukup bersahabat, produksi sawit pada tahun depan diharapkan mampu mencapai 3,3 juta ton per tahun," papar Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumatera Selatan Harry Hartanto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip di Pangkalan Bun, Rabu (14/12/2016).
Menurut dia, berkat membaiknya cuaca hampir sepanjang tahun ini, produksi sawit diperkirakan mencapai 3 juta ton, lebih baik dari pencapaian pada tahun lalu yang sebesar 3,2 juta ton," kata Harry.
Untuk proyeksi tahun depan, ucap Harry, pihaknya meyakini terjadinya pemulihan seiring dengan prediksi kondisi cuaca yang cukup baik terutama sepanjang tahun ini, dengan proyeksi angka produksi sebesar 3,3 juta ton.
Sementara itu, terkait dengan menurunnya nilai ekspor CPO Sumsel, Harry menjelaskan bahwa ada sejumlah faktor yang mempengaruhi, antara lain sarana pelabuhan ekspor dari Palembang yang masih sangat terbatas. Kondisi ini mengakibatkan pelaku ekspor CPO banyak memilih pelabuhan di provinsi atau daerah lain, seperti Lampung, Jakarta, dan Dumai.
"Tidak hanya di Sumsel, secara nasional ekspor CPO memang mengalami penurunan," ujar Harry.
Ia juga menyebutkan bahwa dampak dari kemarau dan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada tahun lalu telah mengurangi produktivitas perkebunan sawit sampai dengan 50%. (NEDELYA RAMADHANI/m)








