BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada 42 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menerima sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan luas lahan mencapai 87.772,06 hektare (ha) dengan produksi setiap tahun sekitar 332.775,42 ton minyak sawit mentah (CPO).

"Hingga kini terdapat 226 perusahaan yang telah mengantongi sertifikat yang wajib dimiliki perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 1.430.105,31 ha dan produksi CPO per tahun sekitar 6.746.321,93 ton," kata Ketua Sekretariat Komisi ISPO Azis Hidayat, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip di Pangkalan Bun, Rabu (14/12/2016).

Sedangkan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang mengatakan, pengusaha dan petani sawit yang memiliki sertifikat lSPO membuat produknya mampu bersaing di pasar internasional. Kampanye negatif tentang sawit yang dilakukan pihak asing hingga saat ini tetap gencar lebih karena persaingan bisnis minyak nabati.

"Kita juga harus introspeksi untuk menunjukkan dunia bahwa perkebunan Indonesia itu ramah lingkungan," papar dia.

Bambang menambahkan, ISPO merupakan kebijakan yang diambil Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Pertanian dengan tujuan meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia. 

"Pemerintah ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan," ujar Bambang. (NEDELYA RAMDHANI/m)